
Semarang, derapguru.com-Dalam upaya menghidupkan suasana bulan suci Ramadan sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada murid, SDN Tugurejo 01 Kecamatan Tugu, Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Tugurejo.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Maret 2026, dan dipusatkan di lingkungan sekolah.
Seluruh siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Pesantren Ramadan dirancang sebagai sarana pembelajaran keagamaan yang dikemas secara menarik dan edukatif, sehingga siswa tidak hanya memahami makna Ramadan secara teori, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala SDN Tugurejo 01, Nur Rakhmat. Dalam sambutannya, Nur Rakhmat mengajak seluruh siswa untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.
“Melalui Pesantren Ramadan ini, kami berharap siswa dapat belajar lebih banyak tentang nilai-nilai Islam. Anak-anak juga diharapkan dapat mengambil teladan dari para santri yang menjadi pemateri, sehingga semakin termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Pesantren Ramadan tahun ini menghadirkan sejumlah pemateri dari Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin yang juga merupakan mahasiswa dari berbagai program studi di UIN Walisongo Semarang.
Kehadiran para santri tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan para mahasiswa yang menempuh pendidikan pesantren sekaligus perguruan tinggi.
Beberapa pemateri yang turut berbagi ilmu antara lain Zahria, mahasiswa semester delapan program studi Hukum Keluarga Islam; Zahwa dari program studi Komunikasi dan Penyiaran Dakwah; Shahrez Bahrul Ulum yang menempuh studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir; serta Ahmad Natiq, lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Selain itu, materi juga disampaikan oleh Muhammad Faiq Nabilul Fikri dan Affan Barlintang yang merupakan mahasiswa semester delapan program studi Hukum Keluarga Islam di UIN Walisongo.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan berbagai materi keagamaan yang disampaikan secara interaktif dan komunikatif.
Materi tersebut meliputi pemahaman tentang makna Ramadan, pembelajaran akhlak mulia, serta motivasi untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan memperbanyak ibadah.
Pesantren Ramadan juga menjadi sarana pembiasaan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual dan karakter siswa.
Dengan pembiasaan nilai-nilai religius sejak dini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kolaborasi antara sekolah dan pondok pesantren dalam kegiatan Pesantren Ramadan ini menjadi contoh praktik pembelajaran yang bermakna.
Tidak hanya menekankan pada pencapaian akademik, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pembentukan karakter dan penguatan nilai spiritual siswa sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.(Mas Nur)




