
Semarang, derapguru.com-Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, PGRI Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Peringatan Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Al-Qur’an Cahaya Hati, Penyejuk Jiwa” ini berlangsung di Aula Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PGRI, Sekcam Semarang Selatan para guru, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim yang menjadi penerima santunan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat solidaritas sosial di kalangan tenaga pendidik.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan khotmil Al-Qur’an yang berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Setelah itu, para peserta melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah yang dimulai dengan imam sekaligus penceramah Ustadz Lu’luil Maknun, S. PdI., M.Pd.
Usai salat tarawih, acara resmi dibuka oleh pembawa acara, Duwi Nuvitalia, M. Pd.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh qori Muh Syaiful Amri, S. Pd.
Ketua PGRI Kota Semarang, Prof. Dr. Nur Khoiri, M.Pd dalam laporannya menyampaikan , bahwa tujuan penyelenggaraan Nuzulul Quran dan Santunan ini sebagai bagian dari upaya memperingati turunnya Al-Qur’an serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim di lingkungan masyarakat.
Sambutan juga disampaikan oleh Sekretaris Camat Semarang Selatan, Drs. Andreas Dwi Agung Nugroho, S.AP, yang mewakili tuan rumah kegiatan.
Andreas Dwi Agung mengapresiasi inisiatif PGRI dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang sarat nilai kebersamaan dan kepedulian.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, SH., M. Hum, yang sekaligus menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim.
Dalam kesempatan tersebut, Muhdi menegaskan pentingnya peran guru tidak hanya sebagai pendidik di sekolah, tetapi juga sebagai teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
“Seorang guru tidak hanya menjadi pendidik di sekolah saja. Akan tetapi, guru harus memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Santunan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak yatim sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan Ramadan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Lu’luil Maknun, S. PdI., M.Pd.
Dalam ceramahnya, Ustadz Maknun mengajak para hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperdalam hubungan dengan Al-Qur’an.
“Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk belajar Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menerangi rumah kita. Selain itu, kita juga harus menjaga pandangan, menjaga hati, dan memperbaiki perilaku agar kehidupan kita lebih berkah,” tuturnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan Ramadan serta keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PGRI Kota Semarang berharap nilai-nilai Al-Qur’an dapat semakin membumi dalam kehidupan para pendidik dan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. (Mas Nur)




