
Banjarnegara, derapguru.com-Kementerian Kebudayaan RI telah menetapkan 1.485 cagar budaya peringkat nasional sepanjang tahun 2026 ini. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam Taklimat Media Penetapan Cagar Budaya Nasional, Rabu 2 September 2026 di Jakarta.
“Masih sangat banyak yang belum ditetapkan. Ke depan cagar budaya nasional yang sudah ditetapkan ini harus di rebranding dan reinformating. Ada barcode berisi informasi dan juga beberapa harus ada CCTV nya. Agar dapat dilindungi dan juga dimanfaatkan secara optimal. Kita juga akan prioritaskan cagar budaya tersebut untuk direvitalisasi,” janji Menbud.

Ketua Tim Alhi Cagar Budaya (TACB) Nasional Surya Helmi mengungkapkan, proses pengkajian dan sidang TACB sebenarnya mudah, hanya saja mereka mengalami keterbatasan dalam hal pengolah data dan kurator museum.

“Kita berapapun insyaallah siap mengkaji. Hanya saja pengolah data cagar budaya masih sangat minim. Ke depan juga kita harus galakkan lagi tentang kesiap siagaan menghadapi bencana dalam pengelolaan cagar budaya,” ujar Surya.

Ketua TACB Banjarnegara Heni Purwono mengungkapkan ada dua cagar budaya dari Banjarnegara yang akan diajukan menjadi cagar budaya peringkat nasional.
“Alhamdulillah prasasti Mangulihi dan Arca Nandisawahanamurti, keduanya di Dieng, di museum Kailasa, tahun ini diajukan menjadi cagar budaya nasional. Prasasti Mangulihi istimewa karena menunjukkan sistem yang sangat rapi tentang pengelolaan tempat ibadah, dan juga tentu saja kekuatan literasi masyarakat saat itu. Adapun Arca Nandisawahanamurti sangat unik karena berbentuk sapi namun berbadan manusia sebagai wahana atau tunggangan Dewa Siwa. Ini jarang ada, dan menunjukkan bagaimana Dieng di masa lalu sudah memiliki keunggulan budaya, arsitektural dan tentunya pengetahuan yang tinggi, sehingga sangat layak menjadi cagar budaya nasional,” ujar Heni.

Dengan penetapan ini, Heni berharap semakin banyak cagar budaya lain di Banjarnegara untuk naik peringkatnya hingga tingkat nasional.
“Percandian Dieng juga belum. Bahkan Istana Negara saja baru tahun ini ditetapkan. Maka ke depan kita akan genjot dan targetkan puluhan cagar budaya kita berperingkat nasional. Selain percandian dan arca-arca di Dieng, kita juga ingin ajukan bendungan Bandjar Tjahjana Werken dan jaringan irigasinya, serta jaringan perkeretaapian Serajoedal Stoomtram Matschcapij (SDS). Kita akan bekerja keras untuk hal itu,” ujar Heni. (H Pur)




