Home > D’PGRI > Tak hanya Transfer Ilmu, Tapi Juga Keteladanan

Tak hanya Transfer Ilmu, Tapi Juga Keteladanan

Agenda: Rakor Biro Kerohanian
Reporter: Tim Redaksi

 

SEMARANG, derapguru.com – Dalam melaksanakan tugas profesinya, seorang guru tidak lagi cukup hanya melakukan proses transfer keilmuan saja pada peserta didik. Dalam prosesnya, guru ternyata juga melakukan proses transfer karakter sehingga diperlukan sebuah tindak yang sangat penting yang dinamakan keteladanan.

Hal tersebut disampaikan Kabiro Kerohanian dan Pembentukan Karakter Bangsa PGRI Jateng, Sunan Baedowi SPdI MSi, dalam Rapat Koordinasi Biro-Bidang-Seksi Kerohanian dan Pembentukan Karakter Bangsa secara daring, Rabu 23 Agustus 2023.

“Tidak salah bila ada ungkapan guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Guru sudah memberikan contoh baik saja, masih ada murid yang tidak bisa mengikutinya. Apalagi bila guru memberikan contoh yang buruk, maka kepercayaan siswa atau peserta didik kita akan menipis pada seorang guru,” tutur Sunan Baedowi.

Sunan Baedowi menambahkan, guru harus bisa menjadi cermin yang baik bagio siswa maupun masyarakat. Maka perbuatan baik guru biasanya tidak mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Sebaliknya bila ada guru berbuat buruk, maka suaranya akan cepat tersebar kemana-mana.

“Guru baik itu lumrah, sesuatu yang wajar. Tapi oknum guru yang berbuat buruk akan langsung menyebar cepat dan membuat guru lainnya ikut tercoreng oleh perbuatannya. Kebaikan sebesar apapun akan hilang oleh kesalahan kecil yang kita perbuat,” tutur Sunan Baedowi.

Selain itu, Sunan Baedowi juga menegaskan perluanya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mencegah tindakan radikalisme yang berasal dari sekolah. Radikalisme adalah musuh bagi negara dan agama Islam itu sendiri. Maka peran aktif guru PAI ini sangat signifikan dalam mencegah radikalisme sejak usia anak masih dini.

“Kita nanti akan mencoba menguatkan kembali peran guru pendidikan agama ini untuk mencegah tindak radikalisme di sekolah. Bagaimanapun radikalisme itu merugikan negara maupun Islam itu sendiri. Bisa jadi niatnya adalah untuk islam, tapi yang dilakukan justru merugikan Islam itu sendiri,” tandas Sunan Baedowi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PGRI Jateng Dr H Muhdi SH MHum, Wakil Ketua PGRI Jateng Drs Rismono MPd, Sekum PGRI Jateng Drs Aris Munandar MPd, Wasekum PGRI Jateng Dr Saptono Nugrohadi MPd, Kabiro Kominfo PGRI Jateng Dr Agus Wismanto MPd.(za)

You may also like
Ingat Bunda, Cara Komunikasi Anak Laki-Laki dan Perempuan Berbeda
FERDIANSYAH
Komisi X: Selalu Kurang Anggaran, Tapi Tak Berani Terbuka
SMKN 1 Juwangi Grobogan – Estima Industry Kembangkan Motor Listrik
Komisi X Dukung KPK Berantas Gratifikasi PPDB

Leave a Reply