Home > D’PGRI > Soft Skill Saja Tidak Cukup, Perlu ‘Kemauan Berkembang’

Soft Skill Saja Tidak Cukup, Perlu ‘Kemauan Berkembang’

Agenda: SMAN 2 Cepu

Reporter: Tim Redaksi

 

BLORA, derapguru.com – Disrupsi telah mengubah berbagai macam perdaban dan perilaku manusia. Ada banyak pekerjaan baru yang bermunculan, tapi ada banyak pula pekerjaan-pekerjaan lama yang bertumbangan. Siapapu atau pekerjaaan apapun yang tidak dapat beradaptasi dengan cepatnya perubahan, dipastikan akan menjadi bagain yang lumat tergilas disrupsi.

Ancaman disrupsi pada segala bidang ini tidak bisa lagi dilawan dengan modal soft skill semata. Soft skill yang mumpuni sekalipun tidak akan berarti apa-apa ketika semua tatanan mapan dihantam oleh disrupsi. Yang dibutuhkan saat ini adalah “kemauan berkembang” yang baik sehingga seseorang bisa selalu adaptif mengikuti arus perubahan.

Pesan penting ini disampaikan oleh Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, saat memberikan motivasi pada siswa SMAN 2 Cepu dalam rangkaian lawatan kerja di Kabupaten Blora, Senin 31 Oktober 2023.

Soft skill saja tidak cukup, perlu ‘kemauan berkembang’ yang baik. Tanpa kemauan berkembang, soft skill sebagus apapun tidak akan ada artinya. Karena semua tatanan akan berubah, soft skill yang dikuasai tidak akan lagi cocok dengan tatanan baru yang terbentuk. Inilah kenapa, ‘kemauan berkembang’ sangat penting dimiliki,” urai Dr Muhdi.

Dr Muhdi menambahkan, perubahan yang diakibatkan oleh disrupsi tidak hanya mengubah semua tatanan dunia yang sudah mapan, tapi juga akan mengubah semua yang terlihat pasti menjadi penuh ketidakpastian. Bahkan, apa yang dipelajari saat ini belum tentu masih bisa digunakan saat nanti.

“Apa yang kita pelajari saat ini bisa jadi tidak akan terpakai pada saat nanti. Maka dari itu, kesigapan kita untuk mengikuti berubah akan menentukan apakah kita akan sukses atau tidak di masa depan,” tandas Dr Muhdi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Muhdi juga mengingatkan ada beberapa orang yang akan sukses pada era disrupsi. Beberapa orang yang sukses teresebut dapat dilihat dari beberapa karakter positif yang dimilikinya. Beberapa di antaranya adalah berpola pikir fleksible, tidak kaku, atau tidak mengandalkan kata ‘pokoke’.

“Kalau ada kata ‘pokoke’ pasti tidak fleksible. Kalian harus belajar untuk fleksibel dalam menghadapi semua persoalan. Orang-orang yang flesibel inilah yang akan menuai kesuksesan di masa mendatang,” urai Dr Muhdi.

Selain fleksibel, Dr Muhdi juga menyebut perlunya kemampuan untuk berpikir jernih. Kemampuan untuk berpikir jernih sangat dibutuhkan supaya tidak terombang-ambing oleh beragam informasi yang berbeda atau beragam isu yang berkembang. Di luar itu juga di butuhkan karakter suka mendengarkan dan suka bertanya.

“Coba tanyakan pada bapak/ibu guru, cara mengukur anak hebat dari itu apa? Ya dari seringnya bertanya. Anak-anak yang sering bertanya memiliki kenungkinan mendapatkan nilai lebih baik daripada anak-anak yang jarang bertanya,” tutur Dr Muhdi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Umum PGRI Jateng Drs Aris Munandar MPd, Kabiro Infokom PGRI Jateng Dr Agus Wismanto MPd, Ketua PGRI Kabupaten Blora Sintong Joko Kusworo, Kepala SMAN 1 Cepu Gunarto MPd, segenap bapak/ibu guru SMAN 2 Cepu. (za/wis)

You may also like
Ingat Bunda, Cara Komunikasi Anak Laki-Laki dan Perempuan Berbeda
FERDIANSYAH
Komisi X: Selalu Kurang Anggaran, Tapi Tak Berani Terbuka
SMKN 1 Juwangi Grobogan – Estima Industry Kembangkan Motor Listrik
Komisi X Dukung KPK Berantas Gratifikasi PPDB

Leave a Reply