
Banjarnegara, derapguru.com-Jika umumnya saat perayaan pitulasan (HUT RI 17 Agustus) jalanan dipenuhi dengan bendera, umbul-umbul dan lampu hias, maka di jalan raya Desa Petambakan-Blitar, kemeriahan ditambah dengan munculnya poster besar berukuran 1 x 1,5 meter bergambar pahlawan lokal. Tepatnya di ruas jalan RT 2 RW 1 Desa Petambakan, sejumlah 6 poster pahlawan terpampang di pinggir jalan.
Keenam pahlawan itu adalah: Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Mangunyudah Seda Loji, dr Angka, Oter Pardikin Partoadiwidjojo, Taufiqurohman dan Boeshaeri.
Ketua RT Amar Maruf mengungkapkan, pemasangan posetr itu agar generasi masa kini tidak melupakan para pahlawan, terutama pahlawan lokal.
“Kebetulan di tempat kami ada Perpustakaan Sahabat Muda Indonesia milik salah satu warga, mereka menyumbang poster ini untuk mengenalkan pahlawan lokal yanga da di Banjarnegara,” ujar Amar.
Pengelola Perpustakaan Sahabat Muda Indonesia Herni Sukaesi mengungkapkan, poster tersebut dibuat agar nuansa pitulasan juga memberi ruang literasi bagi warga, tidak hanya sekadar merayakan kemerdekaan.
“Literasi kita kan memang masih rendah. Padahal potensi kisah sejarah di Desa Petambakan khususnya dan di Banjarnegara umumnya sangat tinggi. Namun tidak terfasilitasi dengan buku-buku yang memadai tentang itu. Ditambah lagi pemerintah bahkan sekarang saja mengurangi anggaran buku Perpusnas untuk bantuan buku ke desa-desa. Maka poster besar dengan sedikit narasi ini kami buat, minimal masyarakat tahu kalau di wilayahnya banyak pahlawan lokal,” ujar Herni.
Sejarawan lokal dan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara Heni Purwono mengungkapkan, pihaknya sebenarnya sudah mencoba mendorong Pemkab agar mengusulkan gelar pahlawan nasional untuk tokoh-tokoh yang berasal dari Banjarnegara.
“Mangunyudho Seda Loji itu perintis kemerdekaan. Satu-satunya bupati dari Banyumas Raya yang gugur ketika melawan VOC di benteng Kartosuro saat Geger Prang Pracina ya bupati Banjar Petambakan. Soemitro tokoh pergerakan nasional, seniornya Hatta di Perhimpunan Indonesia. Beliau anggota BPUPKI, jadi bupati Banjarnegara di tiga jaman berbeda. dr Angka juga tokoh Budi Utomo, bahkan di Purwokerto jadi nama jalan. Mereka sangat layak diberi gelar pahlawn nasonal. Saya pernah mengusulkan kepada Dinas Sosial Banjarnegara tahun 2019, namun tidak ada tindak lanjut apapun,” tandas Heni. (H Purwono)




