
Banjarnegara, derapguru.com-Puncak kegiatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke 81 Kabupaten Banjarnegara rencananya akan digelar di Negeri Atas Awan Dieng, 25 November 2026 mendatang. Hal itu berdasarkan aspirasi para pengurus Cabang PGRI Kecamatan se Banjarnegara pada Konferensi Kerja Kabupaten dan juga rapat pengurus PGRI Banjarnegara Sabtu 5 September 2026 di Mandiraja.
Ketua PGRI Banjarnegara Heling Suhono, Senin 7 September 2026 mengungkapkan untuk mempersiapkan acara tersebut panitia juga menyiapkan berbagai acara pendukungnya.
“Puncaknya kita adakan upacara di Dieng, dan rencana ada juga kegiatan penghijauan. Mudah-mudahan Ibu Bupati bisa hadir bersama seluruh guru di Banjarnegara. Kita juga akan adakan seminar nasional, donor darah, lomba seni bahkan Liga sepak bola PGRI,” jelas Heling.

Liga sepak bola PGRI, tambah Heling, akan diikuti 20 Cabang PGRI dengan sistem gugur. Hal ini menyusul kesuksesan tim sepak bola PGRI Banjarnegara yang bisa melakoni dua pertandingan tarkam sepakbola terbesar pada ajang Bupati Cup Andalas Kayuares 2026 beberapa waktu lalu.
“Spiritnya untuk ajang silaturahmi anggota PGRI dan juga menjaring para pemain dari anggota PGRI. Seluruh pemain nantinya adalah anggota aktif PGRI. Kita rencanakan ada 20 pertandingan di Stadion Soemitro Kolopaking Poerbonegoro,” jelas Heling.

Ketua Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PGRI Banjarnegara Heni Purwono mengungkapkan dipilihnya Dieng sebagai lokasi puncak perayaan HGN dan HUT PGRI ke 81 merupakan pilihan yang sangat tepat menjaga ritme pariwisata di Dieng setelah sukses dengan ajang DCF bulan lalu dan juga memiliki nilai historis yang tinggi terkait dengan guru.
“Dieng itu kan di masa lalu juga pusat pendidikan, paling tidak pendidikan keagamaan Hindu saat itu dengan adanya situs Dharmasala di sekitar komplek candi Arjuna. Karenanya tepat jika HGN dilaksanakan di sana, menapak tilas sistem pendidikan klasik. Juga kebetulan tahun ini dua objek cagar budaya yaitu prasasti Mangulihi dan Arca Nandisawahanamurti yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional. Tentu para guru nanti juga bisa melihat objek tersebut di museum Kailasa,” tambah Heni yang juga Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara. (Heni P)




