Home > UPGRIS > Prof Syawal Gultom: Di Masa Depan Apa Yang Dihadapi Anak-Anak Indonesia?

Prof Syawal Gultom: Di Masa Depan Apa Yang Dihadapi Anak-Anak Indonesia?

SEMARANG, derapguru.com — Guru yang sukses menyiapkan generasi muda hidup di masa depan adalah guru yang bisa menjawab pertanyaan, ‘apa yang akan di hadapi generasi muda di masa depan?’

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Nasional UKMPPG, Prof Syawal Gultom, dalam seminar “Transformasi Guru Indonesia” yang digelar Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Program Pascasarjana UPGRIS, yang dipusatkan di Balairung UPGRIS, Jumat 30 Desember 2022 sore ini.

“Kata kuncinya sederhana: di masa depan apa yang dihadapi anak-anak Indonesia? Bagimana cara saya mentransformasikan diri saya? Dan apa tool-nya supaya saya bertahan menjadi guru masa depan?” tutur Prof Gultom.

Mengetahui apa yang dibutuhkan anak pada masa depan, lanjut Prof Gultom, adalah hal wajib sepaya guru bisa memberikan skill yang sesuai dengan tantangan zaman. Oleh karena itu, guru harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan dan perubahan zaman, serta mampu memberikan tooltool yang membuat anak dapat bertahan di masa depan.

Prof Gultom juga menambahkan, untuk menjadi guru di masa depan, guru harus mampu bertransformasi dari sisi heartset, mindset, skillset, dan toolset. Kemampuan guru untuk bertransformasi ini muaranya akan membuat guru menjadi profesional dan siap untuk mendidik generasi masa depan.

“Guru harus mulai mengubah perilaku mendidik, mengubah suasana pembelajaran, dan melalukan perbaikan kualitas lulusan,” tutur Prof Gultom.

Lebih lanjut Prof Gultom menuturkan, ada tujuh domain kompetensi yang membuat guru dikatakan profesional. Pertama, guru memiliki karakter, integritas, dan memiliki panggilan jiwa untuk menjadi guru. Kedua, memahami tunjuan pendidikan, menguasai life skill, menjadi lifelong learner, dan mampu mengajar dengan metode HOTS.

“Ketiga, mampu memberikan materi berbasis aneka sumber. Keempat, mampu merancang proses pembelajaran yang baik seperti membuat RPP Blended dan sebagainya. Kelima, mampu menyusun proses belajar yang kreatif dan inovatif. Keenam, mampu menyusun asesmen otentik dan komprehensif. Dan ketujuh, mampu merefleksikan diri, memiliki growth mindset, dan CPD,” tutur Prof Gultom. (za)

You may also like
Tahun Ini, 13.034 Guru PAI Ikuti PPG
CASN 2024, Kemendikbud Buka 419 Ribu Formasi Guru
Formasi Tenaga Kependidikan Dimulai Tahun Depan
Guru Diajak Gerak Cepat Adaptasikan Pendidikan

Leave a Reply