
JEPARA, derapguru.com — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bekerja sama dengan Sasakawa Health Foundation bergerak melawan stigma penyakit kusta. Sedikitnya 100 guru anggota PGRI dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah sengaja dibekali pengetahuan tentang penyakit kusta dan penanganannya.
Kegiatan yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Jepara, Senin-Selasa (28-29) September 2026 tersebut, dirancang dalam bentuk ToT dengan tajuk “Penguatan Peran Guru dan Kampanye Percepatan Eliminasi Kusta di Indonesia”.
Wakil Ketua V PGRI Jateng, Jumanto MPd, yang hadir secara khusus mewakili Ketua PGRI Jateng, Dr H Muhdi SH Hum, mengatakan bahwa 100 guru anggota PGRI yang dilatih nantinya akan bergerak sebagai agen edukasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyakit kusta, terutama berkaitan dengan pemahaman yang benar mengenai kusta serta pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita,” urai Jumanto.
Jumanto menambahkan, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi saja, peserta juga mengikuti praktik lapangan menghadapi pasien kusta. Praktik ini menjadi bagian dari proses pembelajaran agar peserta memiliki pemahaman yang lebih nyata dan tidak sekadar mengenal kusta dari informasi yang berkembang di masyarakat.
“Keterlibatan guru dalam kampanye ini dinilai strategis. Sekolah merupakan ruang penting untuk membangun pengetahuan dan sikap peserta didik,” ungkap Jumanto.
Melalui guru, lanjut Jumanto, informasi yang benar mengenai kusta diharapkan dapat diteruskan kepada siswa, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Para peserta selanjutnya diharapkan mampu menjadi agen edukasi di daerah masing-masing.
“Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan untuk dirinya sendiri, tetapi juga dipersiapkan untuk menyampaikan informasi yang tepat dan membangun pemahaman yang lebih manusiawi mengenai kusta,” tambahnya.
Jumanto menambahkan, Kampanye Peduli Kusta tersebut pada akhirnya diarahkan untuk mengubah cara pandang masyarakat. Kusta diharapkan tidak lagi dipahami melalui stigma dan ketakutan, melainkan berdasarkan pengetahuan yang benar. (za)




