
JEPARA, derapguru.com — Pendekatan Deep Learning telah berjalan sekian lama dalam pembelajaran di sekolah. Rerata guru-guru di sekolah juga sudah pandai dalam pengimplementasiannya. Yang masih diperlukan barangkali hanya perkara penguatan dan sedikit pembenahan pada satu atau dua titik yang masih lemah.
Dalam upaya penguatan inilah beberapa dosen PGSD Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sengaja terjun ke Batealit Kabupaten Jepara. Tim yang terdiri atas Qoriati Mushafanah MPd, Mira Azizah MPd, M Yusuf Setya Wardana MPd, dan Prasena Arisyanto MPd tersebut menggelar penguatan deep learning pada guru-guru di sana.
Ketua Tim Dosen UPGRIS, Qoriati Mushafanah MPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada guru mengenai konsep dan implementasi pembelajaran mendalam yang saat ini menjadi salah satu pendekatan penting dalam dunia pendidikan.
“Workshop ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai implementasi pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Guru perlu memahami bagaimana menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan mendorong siswa berpikir kritis serta reflektif,” ujarnya.
Tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), baru-baru ini, menggelar workshop penguatan deep learning bagi guru sekolah dasar di Gugus Bima Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diikuti oleh 45 guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di wilayah Gugus Bima.
Ketua Tim Dosen UPGRIS, Qoriati Mushafanah MPd, dalam menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada guru mengenai konsep dan implementasi pembelajaran mendalam yang saat ini menjadi salah satu pendekatan penting dalam dunia pendidikan.
“Workshop ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai implementasi pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Guru perlu memahami bagaimana menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan mendorong siswa berpikir kritis serta reflektif,” ujarnya.
Pada workshop tersebut, lanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar deep learning, strategi penerapan dalam pembelajaran sekolah dasar, penyusunan aktivitas pembelajaran yang bermakna, hingga praktik penyusunan perangkat ajar berbasis pembelajaran mendalam. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan praktik yang melibatkan seluruh peserta.
Ketua Gugus Bima, Maftuhul Arif SPd, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Ia mengungkapkan bahwa para guru di wilayahnya belum pernah mendapatkan pelatihan khusus mengenai deep learning, sementara implementasi pendekatan tersebut mulai diterapkan dalam pembelajaran.
“Kami belum mendapatkan pelatihan sebelumnya, sedangkan guru harus mengimplementasikan deep learning. Maka workshop ini menjadi sangat bermanfaat bagi guru-guru kami untuk memahami konsep dan penerapannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Mindahan selaku tuan rumah kegiatan, Muhammad Ulil Albab SPd, menyambut baik pelaksanaan workshop dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini sudah memberikan dasar untuk memahami deep learning, namun masih banyak hal yang perlu dipelajari. Harapannya kegiatan ini dapat berlanjut pada sesi berikutnya agar guru semakin siap menerapkannya di sekolah,” ungkapnya. (za)




