
Pemalang, derapguru.com-Pada bulan Juli 2026 SMK PGRI 1 Taman menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kewiraan, Banper Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri tahun 2026 dengan tema “SMK Berani Mendunia, Berani Melangkah dan Siap Mendunia”. Kegiatan ini diselenggarakan dua kali, yaitu pertama pada tanggal 1-3 Juli 2026 yang dihadiri Bapak Eru Achmad Sutaman narasumber dari Direktorat SMK Kemendikdasmen dan kedua pada tanggal 10 Juli 2026 yang dihadiri narasumber dari Alumni SMK PGRI 1 Taman yang pernah bekerja di Jepang yaitu Suparman (Owner LPK SGI; Suparman Gakkou Indonesia) dan Zico Anggoman. Juga hadir secara daring (via zoom meet) yang sedang bekerja di Jepang, yaitu Oliver Rossa Rossi, Hendi Setiawan Nury dan Septiyadi Kurniawan. Dua Kegiatan ini diikuti oleh peserta Banper Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri tahun 2026 yang berjumlah 10 peserta didampingi Sensei Noval dari PT Obos Ryusin Indonesia. Kegiatan ini dikawal oleh Kepala Sekolah H. Yanto Raharjo, S.Si., M.A. dan WKS Humas/Hubin Agus Setiaji, S.Pd., S.T. beserta staf.

Pada kegiatan pertama, Bapak Eru dari Direktorat SMK menyampaikan bahwa peserta banper perlu mendapatkan penguatan kewiraan terkait wawasan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Diharapkan para peserta tidak berorientasi pada magang saja (Ginou Jisshuusei), tetapi bisa sustainable untuk berorientasi pada program SSW (Specified Skilled Worker)/Tokutei Ginou (Pekerja Berketerampilan Khusus). Ditambahkan bahwa tahun 2027 Pemerintah Jepang akan menerapkan program baru dalam tenaga kerja yaitu Ikusei Suro dengan keuntungan mendukung keberlanjutan pekerja diijinkan pindah ke perusahaan lain jika tidak cocok atau untuk mendapat gaji lebih baik.
Bapak Eru juga meninjau sudut-sudut sekolah, meninjau TeFa Autoseal Sekolah dan Japanese Class (skema Imbasing) dan menambahkan pernyataannya bahwa ternyata SMK PGRI 1 Taman seperti SMK MM Cikarang, SMK Cibinong dan SMK N 1 Mundu Cirebon yang sudah lama bermitra dengan Industri di Cikarang dalam rekrutmen canaker dan berani melangkah untuk siap mendunia.
Sementara Kepala Sekolah Yanto Raharjo mendorong kegiatan ini karena dapat menambah rasa percaya diri pada peserta banper dan juga peserta imbasing. Harapannya mereka akan semakin yakin dan tentunya tambah bersemangat untuk meraih capaian lebih optimal. Ditambahkan bahwa peserta Banper sudah menginjak bab 13 dalam pembelajaran Bahasa Jepang Minna No Nihonggo, sementara mereka harus menguasai sampai bab 50.
Dalam kegiatan kedua, narasumber dari alumni yaitu Suparman (alumni Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri) menyampaikan materi tentang budaya kerja dan lingkungan di Jepang. Alumni yang pernah bekerja di bagian pengecoran logam di Kifu Jepang ini menekankan tentang pentingnya nasionalisme dan ketahanan mental serta menjaga nilai moral. Ada hal sepele tapi vital dalam pekerjaan, contoh bila orang Jepang memberi perintah kerja maka perlu soudan (konsultasi / dikomunikasikan terlebih dulu dengan berdiskusi), jadi jangan asal sok tahu! Soudan adalah salah satu prinsip komunikasi dalam tim.
Sementara alumni Zico Anggoman (alumni Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri yang pernah bekerja di bagian konstruksi di Ibaraki, Jepang) menambahkan bahwa para peserta harus memiliki tekad yang kuat dalam merintis pekerjaan di Jepang nantinya, karena di sana kultur dan musimnya jauh berbeda dengan di Indonesia, sehingga perlu beradaptasi dan mengedepankan prinsip ganbatte yaitu menanamkan mentalitas pantang menyerah dan selalu memberikan usaha terbaik dalam menghadapi tekanan kerja maupun tekakan hidup. Dalam kesempatan ini melalui zoom meet alumni Oliver Rossa Rossi (alumni Teknik Pemesinan yang sedang bekerja di bagian konstruksi Yuugengaisha Jepang) menyampaikan perasaan gembiranya dan berpesan kepada para adik kelasnya agar selalu semangat dalam belajar dan menguatkan tekad untuk bisa menyusul berangkat ke Jepang. (YR/Pur)




