
GROBOGAN, derapguru.com — Setiap anak berhak tumbuh tanpa rasa takut untuk menjadi dirinya sendiri. Berhak berkembang tanpa ancaman dan tekanan. Dan berhak mengekspresikan diri tanpa ejekan dan kecemasan.
Dalam diskursus orang-orang kekinian, berbagai tindakan negatif seperti di atas disebut sebagai bullying. Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menciptakan lingkungan yang sadar akan bahaya bullying?
Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam diskusi perancangan program kerja mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Gubug Kabupaten Grobogan. Akhirnya dibuatlah program yang membangun kesadaran bahaya bullying sejak dini dengan cara yang tak terasa.
Program tersebut adalah kegiatan nonton bareng (nobar) film “Anak Jumbo” bagi anak-anak di Desa Gubug. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut digunakan untuk menunjukkan “jahat”-nya perilaku bullying dan dampak yang dialami korbannya.
Ketua KKN UPGRIS Desa Gubug, Ulinuhu Syuhada, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi mengenai anti-bullying sekaligus menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri pada diri anak.
“Harapan kami, setelah menonton film ini, anak-anak tidak hanya memahami bahwa bullying merupakan perilaku yang tidak baik, memahami pentingnya menghargai teman, dan yang pernah terkena bullying bisa percaya dirinya serta berani melakukan hal-hal positif,” ujarnya.
Dia menambahkan, pilihan penggunaan film sebagai media edukasi dipilih karena film bisa menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan positif kepada anak-anak dengan pendekatan yang lebih menyenangkan.
“Kami memilih film sebagai media edukasi agar anak-anak dapat menerima pesan tentang anti-bullying dan motivasi dengan cara yang lebih menyenangkan,” tandasnya. (za)




