
SEMARANG, derapguru.com — Listrik menjadi salah satu penyebab jatuhnya banyak korban setiap kali terjadi bencana banjir. Maka hal pertama ketika banjir tiba adalah mematikan aliran listrik.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Mahasiswa Magang di SMP 4 Semarang, Rakai Nata Sastra, di sela kegiatan sosialisasi dan pelatihan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMPN 4 Semarang, baru-baru ini.
“Yang paling penting, pastikan aliran listrik sudah padam. Banyak korban meninggal dunia saat banjir karena kesetrum aliran listrik,” urai Rakai Nata.
Rakai Nata menuturkan kegiatan ini sengaja menyasar para siswa agar mereka sigap dan siaga apabila sekolah maupun rumah terjadi bencana banjir. Tak hanya itu saja, para siswa juga diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir dengan mengurangi faktor pendorongnya seperti sampah.
“Dalam kegiatan ini, ada hal yang ingin kamu tekankan pada siswa. Pertama, pentingnya membuang sampah pada tempatnya untuk mengurangi potensi bencana banjir. Dan kedua, pastikan listrik telah diputus alirannya ketika banjir tidak bisa dicegah lagi,” urai Rakai Nata.
Lebih lanjut Rakai Nata menambahkan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi Kota Semarang yang tergolong rawan banjir, terutama saat musim hujan tiba. Salah satu penyebab yang sering luput dari perhatian adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan.
“Hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya ternyata punya dampak yang besar. Kalau semua orang mau melakukannya, saluran air bisa tetap lancar dan banjir bisa dicegah sejak awal,” ungkap Rakai Naka.
Di bawah bimbingan Dosen Koordinator Lapangan, Bertika Kusuma Pratiwi MOr, para mahasiswa tidak hanya membekali cara menghadapi bencana banjir. Mereka juga diajari untuk merancang jalur evakuasi bila bencana terjadi di sekolah. (za)



