
Banjarnegara, derapguru.com-Tak dipungkiri sebagai sekolah pinggiran kota dengan latar belakang keluarga menengah ke bawah, menjadikan banyak siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara yang lebih memilih bekerja ketimbang melanjutkan kuliah. Karenanya, memfasilitasi mereka yang hendak bekerja, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMAN 1 Sigaluh menggelar Seminar Karir bagi siswa kelas XII, Kamis, 9 April 2026 di Ruang Multimedia. Puluhan siswa putri mengikuti kegiatan tersebut.
Selain mendapatkan materi dari HRD Permodalan Nasional Madani (PNM) Danantara wilayah Banjarnegara Rizqi An Nauval dan wilayah Wonosobo Fathoni Zaky, mereka juga berkesempatan melakukan simulasi menjalani proses rekruitmen pegawai.
“Salah satu kunci untuk bisa diterima sebuah perusahaan adalah penampilan yang rapi, bersih dan sikap yang baik. Kesan pertama harus ditampilkan hal terbaik,” ujar Rizqi.
Sementara itu, Fathoni lebih menekankan kejelian dan juga konsistensi saat menghadapi psikotes.
“Ada banyak sekali jenis psikotes, dan itu bisa dipelajari. Yang jelas ketenangan dan konsistensi mutlak dilakukan saat mengikuti psikotes,” jelas Fathoni.
Koordinator BKK SMAN 1 Sigaluh Anang Dwi Susanto mengungkapkan pihaknya sebenarnya ingin agar semua anak melanjutkan kuliah. Namun pola pikir siswa dan keluarga terkadang membuat masih banyak siswanya yang memutuskan untuk bekerja.
“Sebenarnya kebanyakan mereka ketika ditanya juga bingung mau kerja apa. Ditambah dengan pemahaman orang tua yang minim bahwa saat ini ada beasiswa KIP Kuliah yang kuliahnya gratis bahkan diberi uang saku menjadikan masih banyak anak yang belum mau kuliah,” jelas Anang.
Bahkan pihaknya setiap tahun mengaku berusaha mengawal anak yang kurang mampu untuk membuat akun KIP Kuliah, termasuk memberikan bantuan biaya dalam proses registrasi kuliah.
“Termasuk orang tua juga beberapa kali kita undang untuk sosialisasi tentang kemudahan kuliah saat ini. Nah, ini adalah solusi akhir bagi mereka, kita latih tips dan trik agar mudah diterima bekerja. Harapannya dapat dimanfaatkan menjadi bekal mereka yang tidak mau kuliah,” harap Anang.
Untuk diketahui, pada Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026 yang telah diumumkan pada 31 Maret lalu, sejumlah 10 siswa SMAN 1 Sigaluh diterima di perguruan tinggi negeri. Tujuh siswa lolos di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, sisanya dibagi rata di Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Airlangga Surabaya. Dari 10 siswa tersebut, 5 diantaranya masuk melalui jalur KIP Kuliah. Oleh Lembaga Zakat Infaq Sekolah, kelimanya diberikan penghargaan sebagai bekal pengurusan registrasi di kampus yang dituju. (H. Purwono)



