Home > Populer > Jangan Sampai Terjadi Pseudosains

Jangan Sampai Terjadi Pseudosains

Agenda: Polemik Nikuba
Reporter: Tim Redaksi

JAKARTA, derapguru.com —  Polemik seputar temuan Nikuba (Niku banyu), inovasi Aryanto Misel warga Cirebon, Jawa Barat turut menarik perhatian Asosiasi Inventor Indonesia (AII).  AII meminta publik obyektif dalam menilai kasus tersebut, pembuktian ilmiah pun harus dilakukan agar tidak sampai terjadi pseudosains (pseudoscience).

Ketua Umum AII, Didiek Hadjar Goenadi mengatakan, temuan sejenis Nikuba itu biasanya diklasifikasikan sebagai inventor mandiri.  “Itu kami klasifikasikan sebagai inventor mandiri, ia tidak punya kantor. Dia sendiri pemilik invensinya,” kata Didiek, di dalam Tasyakuran Harlah AII di Jakarta, Selasa, 18 Juli 2023.

Didiek pun memberikan tanggapan objektif terkait berita yang tengah hangat diperbincangkan khalayak tersebut. “Terkait dengan invensi beliau terakhir, itu kan menjadi satu berita yang hangat dan itu menjadi polemik. Itu yang kami dari AII ingin menilai secara objektif, apapun yang dilakukan oleh seorang warga negara yang kemudian diklaim menghasilkan manfaat dan memiliki nilai ekonomi itu harus dibuktikan secara ilmiah,” terangnya.

Sebab hingga saat ini, temuan tersebut memang belum memiliki bukti ilmiahnya. Ia mengatakan, langkah yang dilakukan BRIN sebenarnya sudah pada porsinya, yakni membuka diri dan memfasilitasi agar temuan mandiri tersebut dapat memiliki bukti ilmiahnya,” kata Didiek.

“Sudah bagus Kepala BRIN membuka diri, silakan fasilitas di BRIN dimanfaatkan untuk membuktikan itu, jangan sampai terjadi apa yang namanya pseudoscience, itu harus dihindari.  Jangan seolah-olah benar tapi tidak tahun ilhamnya dari mana,” tegas Didiek.

Pseudoscience adalah sebuah ilmu pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang dianggap sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti ataupun tidak sesuai dengan metode ilmiah.  “Apa yang kita cermati, ahli kita jangan sampai kejeblos ke lubang yang sama. Kita ini orang-orang terdidik, jangan tergoda iman kita dengan berita di medsos, harus objektif,” imbuhnya.

Sebelumnya, Niku Banyu atau biasa disebut Nikuba tengah menjadi perbincangan hangat. Inovasi karya Aryanto Misel warga Cirebon, Jawa Barat itu diklaim dilirik oleh perusahaan otomotif terkenal di Italia.

Namun, temuan anak bangsa itu lebih dihargai di luar negeri karena tidak diperhatikan dan dikembangkan maksimal di dalam negeri.  Nikuba kembali diperbincangkan karena pada 18 Juni 2023 saat penemu Nikuba Aryanto Misel diundang ke Italia. (med/za)

You may also like
Gayeng Sekali, Ditembak Nyanyi Pak Bani Minta Remidi
Dr Muhdi: 3-4 Agustus Digelar Konverensi Provinsi
PGRI Temanggung: Diminta Tak Diminta PGRI Harus Hadir
Kampus Harus Hasilkan Lulusan Kompetitif

Leave a Reply