
UNGARAN, derapguru.com — Ada pertanyaan ‘membagongkan’ dengan jawaban yang ‘membagongkan’ pula tentang “siapa pelukis pelangi” dan “siapa nama ibu dari Ibu Kita Kartini?” Ternyata pelukis pelangi namanya “Agung” dan ibu dari Kartini adalah “Ibu Harum”.
Lho kok bisa? Bukankah pelukis pelangi adalah Tuhan Yang Maha Esa? Dan ibu dari Kartini adalah Mas Ajeng Ngasirah? Tenyata pertanyaan-pertanyaan itu hanyalah pertanyaan bagong-bangongan. Sebab jawaban dari pertanyaan itu ternyata ada dalam lagu “Pelangi” dan lagu “Ibu Kita Kartini”.


Dalam lagu “Pelangi” ada lirik yang berbunyi: pelangi pelangi alangkah indahmu, pelukismu AGUNG, sehingga nama pelukis pelangi adalah AGUNG. Sedang dalam lagu “Ibu Kita Kartini” ada lirik berbunyi: Ibu kita Kartini, puteri Indonesia, HARUM namanya, sehingga nama ibu dari Kartini adalah HARUM.
Ya, itulah sekelumit gambaran saat sesi pembagian doorprize dilakukan dalam agenda “FPBS Family Gathering” yang digelar Paguyuban Keluarga Besar FPBS UPGRIS di Griya Yodesia Bandungan Kabupaten Semarang, Sabtu 29 Agustus 2026. Banyak yang benar-benar tergocek, tidak sedikit pula yang ketiwasan balapan bertanya pada chatgpt, dan ternyata jawaban yang dibenarkan adalah jawaban yang “agak laen” itu.


Ketua Panitia FPBS Family Gathering, Prof Dr Senowarsito MPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan refreshing yang diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan FPBS beserta keluarga. Tujuan kegiatan adalah untuk saling mengenalkan keluarga masing-masing sehingga tidak hanya terbangun hubungan profesional saja tapi juga terbangun hubungan kekeluargaan.
“Paguyuban ini ada sudah lama. Sebelum masa kepemimpinan dekan Bu Asrofah. Sebelum Pak Lis (alm Dr Sulistiyo MPd) jadi dekan dulu juga sudah ada. Ini tradisi baik yang harus kita pertahankan. Di samping digelar untuk refreshing dosen, juga untuk saling mengenal keluarganya, siapa suaminya, siapa isterinya, siapa anaknya,” urai Prof Seno.


Dekan FPBS UPGRIS, Siti Musarokah MPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk melebih mengakrabkan keluarga dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FPBS. Melalui kegiatan ini, diharapkan para keluarga akan bisa lebih mensupport dalam kerja pasangan atau orang tua.
Siti Musarokah juga berpesan agar seluruh sivitas akademika FPBS dapat saling mendukung dan menguatkan. Ibarat sebuah rumah, FPBS dibangun dengan banyak tiang penyangga. Maka tiang-tiang penyangga itu harus terus dikokohkan agar rumah besar ini dapat bertahan, maju, dan berjaya.


“Tiang-tiang harus kita kokohkan bersama. Kalau ada yang mulai rapuh, mari kita kuatkan lagi. Kalau ada atap yang mulai bocor, maka kita tambal bersama,” ungkap Siti Musarokah. (za)




