
SEMARANG, derapguru.com — Salah satu profesi yang rawan dengan masalah hukum adalah profesi guru. Guru sangat rentan karena profesi ini berada di posisi ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan murid dan masyarakat.
Oleh karena itu, para guru harus memastikan diri untuk mengikuti organisasi profesi yang bisa memberikan perlindungan hukum. Dengan perlindungan hukum, risiko-risiko hukum yang tumbuh saat menjalankan tugas profesi akan ada yang melakukan pembelaan.
Himbauan ini disampaikan Ketua Bidang Advokasi Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi PGRI Kota Semarang, H Muhammad Zamroni SH SPd MPd, dalam kegiatan “Safari PGRI Kota Semarang” dengan tuan rumah PGRI Cabang Khusus UPGRIS, Jumat 28 Agustus 2027.
“Ini mumpung banyak teman-teman PPPK. Kebetulan masih banyak guru-guru PPPK yang belum menjadi organisasi profesi. Tolong nanti disampaikan supaya mengikuti organisasi profesi yang bisa melindungi saat menjalankan tugas profesi,” ungkap Zamroni.
Dia menambahkan, kasus guru tersandung masalah hukum ini sangat banyak dan sering terjadi. Organisasi PGRI harus kesana kemari membantu mereka yang tersandung hukum. Tapi semua bantuan itu tidak mungkin disampaikan besar-besaran agar semua orang tahu, karena ini menyangkut aib guru.
“Dan semua bantuan hukum itu diberikan secara gratis. Kalau bukan anggota PGRI, mereka meminta pengacara membela, pasti habis ratusan juta. Simpanan selama jadi guru habis sudah. Tapi dengan menjadi anggota PGRI, semua diberikan gratis,” ungkapnya.
Selain penjelasan soal pentingnya perlindungan guru, dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua II PGRI Kota Semarang, Dr H Mukhlis MPd, juga meminta para anggota untuk turut mendorong perkembangan sekolah-sekolah PGRI. Saat ini PGRI Kota Semarang melalui YPLP DM PGRI Kota Semarang tengah mengelola 100 sekolah PGRI.
“Mohon dorongan dan doa agar sekolah-sekolah di bawah PGRI Kota Semarang bisa berkembang pesat dan kompetitif dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya,” ungkap Mukhlis.
Wakil Ketua I PGRI Kota Semarang, Drs Hari Waluyo MM, mewakili Ketua PGRI Kota Semarang, Prof Dr Nur Khoiri MPd, menyampaikan salam dari Prof Khoiri yang kebetulan sedang ada tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Dalam sambutannya Hari Waluyo meminta para anggota bisa bertanya apapun pada forum ini mumpung ada banyak pengurus dalam acara tersebut.
“Silakan bertanya apapun kepada pengurus. Boleh juga bertanya tentang anggaran yang kemarin banyak ditanyakan,” ungkap Hari Waluyo.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PGRI Kota Semarang Dr Erwan Rachmat MM bersama pengurus yang lain. Hadir pula para pengurus dan perwakilan anggota dari PGRI Cabang Khusus UPGRIS, pengurus PGRI Cabang Khusus Kemenag, PGRI Cabang Khusus H Isriati, dan IGTKI PGRI Kota Semarang. (za)




