
Wonosobo, derapguru.com – Anggota MPR RI/DPD RI Dapil Jawa Tengah, Dr Muhdi SH MHum melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMK Informatika PGRI Kabupaten Wonosobo, Kamis (24/9/2026). Kegiatan dengan format dialog tersebut diikuti oleh siswa kelas 11 sejumlah 150 orang, bertujuan mengingatkan kembali nilai-nilai penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dihadapan peserta sosialisasi yang sebagian besar merupakan Gen Z (kelahiran tahun 2009-2010) tersebut Dr Muhdi mengingatkan bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda dan menekankan pentingnya generasi muda mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan menjawab tantangan global. Pihaknya berharap Empat Pilar Kebangsaan menjadi pegangan Gen Z dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pemahaman nilai-nilai NKRI ini penting untuk penguatan kapasitas SDM di Indonesia,”kata Dr Muhdi.
“Indonesia memiliki bonus demografi di tahun 2045. Di tahun 2045 sebanyak 65,2% dari jumlah penduduk Indonesia merupakan usia produktif-termasuk kalian,”lanjutnya. “Untuk itu kalian harus mulai dididik menjadi generasi yang unggul, produktif, berdaya saing, dan memiliki kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila,”tandas Dr Muhdi.

Dr Muhdi yang juga Ketua PGRI Jawa Tengah itu menjelaskan bahwa anggota MPR RI memiliki tugas dan kewajiban untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan/MPR RI kepada seluruh elemen masyarakat. Tujuannya untuk memberikan edukasi tentang makna dari 4 pilar kebangsaan tersebut agar dipahami semua elemen masyarakat terutama generasi Z sebagai penerus bangsa di masa datang.
“Berdasarkan hasil sensus tahun 2020 jumlah populasi Gen Z merupakan yang paling besar, yakni 75 juta jiwa atau 27,94%,”terang Dr Muhdi.
“Kalian semua pada tahun 2045 nanti merupakan generasi emas yang akan memimpin negeri ini. Jadi harus memahami nilai nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,”jelas Dr Muhdi.

Ia juga mengajak Gen Z untuk tidak lupa atas dasar-dasar identitas kebangsaan.
“Tentunya, hal itu untuk memperkuat kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” jelasnya.
Di akhir acara Dr Muhdi menekankan bahwa Pancasila tidak cukup sekadar diajarkan atau dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Ketuhanan dapat diwujudkan melalui sikap beriman sekaligus menghormati perbedaan. Nilai kemanusiaan diterapkan dengan saling menghormati, membantu sesama, peduli terhadap lingkungan sosial, serta menghindari kekerasan dan bullying.
Sementara itu, nilai persatuan perlu dibangun melalui kebiasaan menghargai keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan kondisi sosial. Sekolah, kata Dr. Muhdi, harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar bekerja sama, berdiskusi, bermusyawarah, menyelesaikan persoalan, dan bertanggung jawab. (yud)




