Home > UPGRIS > Dosen UPGRIS Tekankan Pentingnya ‘Produk Knowledge’

Dosen UPGRIS Tekankan Pentingnya ‘Produk Knowledge’

Agenda: PKM Mandiri
Reporter: Tim Redaksi


BATANG, derapguru.com – Dalam pemasaran sebuah produk, perkara product knowledge sangat penting untuk dapat meyakinkan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Bagaimana seorang konsumen dapat tertarik terhadap suatu produk, jika orang yang menawarkannya saja tidak mengenal baik produk yang ditawarkan?

Penekanan terhadap product knowledge inilah yang dipaparkan oleh Dosen UPGRIS, Fitri Yulianti SPd MPd, dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat secara mandiri, pada masyarakat di Desa Kutosari Kabupaten Batang yang rerata menjadi peternak lebah dan penjual madu murni, baru-baru ini.

“Untuk menarik konsumen tentu saja, persoalan product knowledge sangat penting bagi penjual. Penjual harus tahu betul produknya, bisa menjelaskan detil-detil tentang produk, serta dapat menjawab berbagai macam pertanyaan konsumen mengenai produk yang dijual,” tutur Fitri.

Fitri menegaskan, penguasaan tentang produk ini menjadi sesuatu yang mutlak supaya konsumen yakin terhadap produk yang dipasarkan. Tentu akan menjadi hal yang lucu apabila sales produk tidak tahu menganai produk yang sedang ditawarkannya.

“Ya harus tahu betul tentang produk dong. Bagaimana orang akan beli kalau ditanyain tentang produk tidak bisa menjelaskan? Kalau tidak tahu ya cari tahu dan pelajari produk-produk yang dijual. Masak jual madu ditanya-tanya soal madu tidak tahu? Iya kan?” tutur Fitri sambil tersenyum.

Lebih lanjut Fitri menuturkan, untuk memberikan bekal produk knowledge berupa produk-produk madu masyarakat, dirinya dibantu mahasiswa yang tergabung dalam KSR UPGRIS yang berkegiatan dalam tim PPK Ormawa tahun 2023. Tim PPK Ormawa yang diketuai oleh Selfi Aprilia Ningrum ini memberikan banyak informasi penting mengenai madu. Bukan hanya memberikan berbagai macam informasi mengenai kandungan madu dan manfaat madu saja, tapi juga memberikan pemahaman pentingnya mengetahui proses produksi madu.

“Harus tahu juga bagaimana madu ini diproduksi, sehingga ketika ditanyakan ‘keaslian’-nya, bisa menjawab. Termasuk masalah higienisitas, harus bisa dijelaskan bahwa prosesnya memang higienis untuk lebih meyakinkan konsumen. Kalau perlu, diberikan pula cara membedakan madu asli atau madu palsu. Product knowlegde seperti ini sangat penting untuk mengaet konsumen,” pungkas Fitri. (za)

You may also like
Gayeng Sekali, Ditembak Nyanyi Pak Bani Minta Remidi
Dr Muhdi: 3-4 Agustus Digelar Konverensi Provinsi
PGRI Temanggung: Diminta Tak Diminta PGRI Harus Hadir
Kampus Harus Hasilkan Lulusan Kompetitif

Leave a Reply