
DEMAK, derapguru.com — Era sibernetik membutuhkan guru-guru yang mampu menginovasi pembelajaran dengan media-media yang relate dengan zamannya. Maka dari itu guru-guru yang menguasai teknologi digital, luwes menggunakan piranti-piranti sibernet, sampai mampu menggunakan aplikasi-aplikasi kekinianlah yang sangat dibutuhkan pada era-era ini.
Kebutuhan akan guru-guru mumpuni tersebut dibaca secara apik oleh Tim Dosen UPGRIS yang terdiri atas Arif Wibisono PhD, Dr Farida Nursyahidah, Maya Rini Rubowo MSi, dan Fibria Kaswinarni MSi.
Untuk itu, mereka menggelar pelatihan–yang bisa melatih guru-guru menggunakan aplikasi-aplikasi sibernetik populer kekinian–yang diberi tajuk “Pelatihan Pemanfaatan Google Gemini, Canva dan Quizizz untuk Pengembangan Pembelajaran Interaktif: Pemberdayaan Digital & Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMAN 2 Mranggen.”
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Hadi Prayitno SPd MPd selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN 2 Mranggen. Berlaku sebagai moderator, Tohib Mustahib SPdSi, yang memandu jalannya acara sehingga pelatihan dapat berlangsung secara terarah.
Arif Wibisono menyampaikan bahwa kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk mendukung peningkatan kompetensi digital guru melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan platform digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan inovatif.
“Dalam pelatihan ini, guru diperkenalkan pada pemanfaatan tiga platform digital yang saling melengkapi. Google Gemini dimanfaatkan sebagai asisten AI untuk membantu menyusun ide pembelajaran, mengembangkan materi, merancang aktivitas belajar, serta membuat contoh soal dan lembar kerja peserta didik,” ungkapnya.
Canva, lanjut Arif Wibisono, digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran visual, seperti presentasi, infografis, dan bahan ajar digital yang menarik. Sementara itu, Quizizz dimanfaatkan untuk menyusun kuis interaktif dan mendukung pelaksanaan asesmen formatif yang lebih menarik bagi siswa.
“Integrasi ketiga platform tersebut memberikan gambaran kepada guru mengenai alur pengembangan pembelajaran digital, mulai dari perencanaan materi dengan bantuan AI, pembuatan media visual, hingga penyusunan evaluasi interaktif. Dengan pendekatan ini, teknologi tidak hanya digunakan sebagai alat bantu presentasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mendukung keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran,” tambahnya.
Lebih lanjut Arif Wibisono berharap, melalui kegiatan ini, tim UPGRIS berharap para guru SMAN 2 Mranggen dapat meningkatkan keterampilan dalam memilih dan menggunakan teknologi digital sesuai kebutuhan pembelajaran. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan tetap disertai dengan pertimbangan pedagogis, verifikasi informasi yang dihasilkan AI, serta perhatian terhadap keamanan dan privasi data peserta didik. (za)




