Home > Business > Dampak Resesi Mulai Terasa, PHK Sudah Melanda 6 Perusahaan Indonesia

Dampak Resesi Mulai Terasa, PHK Sudah Melanda 6 Perusahaan Indonesia

JAKARTA, derapguru.com – Badai resesi yang diperkirakan akan melanda dunia pada tahun 2022 mulai terasa di Indonesia. Beberapa perusahaan startup dan perusahaan telekomunikasi telah mengumumkan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaannya.

Dari data Kemenakertrans, selama bulan September dan Oktober 2022 sudah ada 6 perusahaan yang melakukan PHK pada karyawannya. Alasan yang digunakan untuk pengambilan keputusan salah satunya adalah efisiensi demi menghadapi ketidakpastian global tahun 2023.

Perusahaan apa saja yang telah melakukan efisiensi dan rasionalisasi tersebut:

Shopee Indonesia

Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menjelaskan bahwa dengan berat hati, Shopee Indonesia harus melepas sejumlah karyawannya. Shopee berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak dari kebijakan ini. Pesangon akan diberikan sesuai aturan perundang-undangan plus 1 bulan gaji.

“Proses ini akan dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah. Karyawan yang terdampak akan mendapatkan pesangon sesuai ketentuan perundang-undangan dengan tambahan 1 bulan gaji,” papar Radynal.

Tokocrypto

Setelah pengumuman Shopee Indonesia, selang beberapa hari Tokocrypto melakukan PHK besar-besaran. Perusahaan startup yang membuka platform perdagangan aset kripto melakukan PHK pada 45 orang.

VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani, menuturkan bahwa Tokocrypto melakukan perubahan strategi bisnis, salah satunya dengan mengurangi 20% dari total 225 karyawannya atau sekitar 45 orang. Langkah internal yang diambil adalah mentransfer beberapa karyawan kepada bisnis unit yang telah menjadi entitas berbeda yaitu T-Hub dan TokoMall.

“Penyesuaian jumlah karyawan sekitar 20% dari 227 karyawan dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis,” ungkap Rieka.

Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) melakukan PHK karyawan bulan September lalu. Tidak dijelaskan berapa banyak karyawan yang di-PHK, namun yang jelas Indosat mengklaim hampir semua karyawan yang di-PHK menerima paket pesangon yang ditawarkan perusahaan.

Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni, mengatakan bahwa paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, bahkan yang tertinggi mencapai 75 kali upah, dan secara signifikan lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Inisiatif rightsizing berjalan lancar sesuai rencana dan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan yang terkena dampak. Prosesnya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan telah dilakukan dengan pertimbangan matang, yang dilakukan secara objektif dan fair,” tutur Irsyad.

Sebelumnya pada April 2020, Indosat juga melakukan PHK kepada 340 karyawannya. Indosat memilih membayar kompensasi kepada ratusan karyawan yang ter-PHK, jumlahnya hingga Rp 663 miliar.

Binar Academy

Startup edutech Binar Academy mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 20% karyawan. Keputusan ini diambil perusahaan untuk bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi global ke depan.

CEO Binar Academy, Alamanda Shantika, tidak menyebutkan secara spesifik berapa jumlah karyawan yang terkena PHK. Kendati demikian, bagi karyawan yang terdampak, perusahaan berkomitmen membantu karyawan untuk konsultasi karir.

“Pihak Binar Academy mengaku akan melakukan perubahan peran di beberapa fungsi bisnis dengan kapabilitas yang dibutuhkan sesuai strategi bisnis ke depan,” tutur Alamanda.

Bananas Indonesia

Melalui Instagram @bananasindonesia, manajemen Bananas menyampaikan dengan berat hati bahwa Bananas akan berhenti beroperasi karena unit ekonomi bisnisnya yang dinilai tidak berjalan dengan baik. Dengan begitu, otomatis akan terjadi PHK karyawan.

Namun, tidak disebutkan secara gamblang mengenai PHK tersebut. Startup itu hanya mengatakan akan membantu para karyawan terbaiknya yang terdampak untuk bisa mendapatkan tempat baru dalam kondisi transisi seperti ini.

“Dari lubuk hati yang terdalam, kami ingin terus melayani pelanggan setia kami. Namun, setelah beroperasi selama berbulan-bulan sambil terus melakukan eksperimen dengan berbagai bagian bisnis, kami tidak dapat melihat bagaimana unit ekonomi dapat bekerja,” kata manajemen dikutip dari Instagram.

Padahal, Bananas mulai beroperasi pada Januari 2022 dan seiring dengan pengumuman ini berarti hanya beroperasi sekitar 10 bulan.

GrabKitchen

Chief Communications Officer Grab Indonesia, Mayang Schreiber, menjelaskan selama 4 tahun perusahaan beroperasi, terlihat pertumbuhan yang tidak konsisten, serta adanya peralihan menjadi model bisnis aset-ringan.

“Situasi ini memaksa kami untuk mengambil keputusan sulit, untuk tidak melanjutkan operasi GrabKitchen di Indonesia, efektif mulai 19 Desember 2022,” jelas Mayang.

Ia mengatakan bagi karyawan GrabKitchen yang pada akhirnya berpisah dengan Grab sesuai ketentuan perusahaan, selain kompensasi dan pemenuhan kewajiban sesuai regulasi, diberikan dukungan-dukungan tambahan.

Menurutnya karyawan diberikan dua pilihan, mau terkena PHK atau ditawarkan untuk bekerja di posisi dan juga divisi lain Grab Indonesia. (dtk/za)

You may also like
Peletakan Batu Pertama Gedung PGRI Kota Pekalongan
Pertahankan Minat Anak Pada Seni Lukis Lewat Plasterkit
UPGRIS Akan Terima 88 Mahasiswa pada PMM 2024
Dr Muhdi: Pertanyaan Guru Mengubah Hidup Saya

Leave a Reply