Home > Populer > Bukan Minat Baca Rendah, Tapi Perkara Daya Beli Buku

Bukan Minat Baca Rendah, Tapi Perkara Daya Beli Buku

perpustakaan
Agenda: Rapat Kerja Komisi X DPR RI Bersama Perpusnas
Reporter: Tim Redaksi


JAKARTA, derapguru.com – Bangsa Indonesia bukannya memiliki minat baca rendah, tapi memang daya beli terhadap buku yang memang rendah. Bahkan, orang-orang di pedesaan lebih suka menggunakan uang untuk membeli tempe daripada menggunakan uang untuk membeli buku.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly, dalam Rapat Kerja bersama Perpusnas untuk mebantah membantah sejumlah survei yang menyatakan minat baca orang Indonesia rendah.

“Bukan minat baca yang kurang, tapi daya beli bukunya yang sulit. Apalagi di desa, orang kita lebih suka beli tempe, beli sayur daripada buku,” kata Andi dalam Rapat Komisi X DPR RI dikutip Jumat, 2 Juni 2023.

Andi mengatakan, membicarakan minat, orang Indonesia cukup baik dalam minat membaca. Politikus PKB itu mencontohkan anak muda yang datang ke toko buku tapi tak membeli. “Anak-anak muda itu masuk ke Gramedia, mereka datang membaca di lantai begitu dan sudah membaca lalu pulang, tidak bisa membeli,” beber dia.

Andi menegaskan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mesti mengambil peran. Pertama, memperluas akses atau titik baca hingga mengantarkan perpustakaan ke masyarakat.

“Jadi mesti lebih dekat dengan masyarakat. Membuat orang mudah ke pusat baca yang ada. Karena saat ini sepertinya sudah harusnya perpustakaan itu datang ke masyarakat, bukan masyarakat datang ke perpustakaan,” ujar dia. (za)

You may also like
Wakil Rektor III UIN Walisongo Akan Ceramah di Halal Bihalal PGRI Jateng
Ribuan Mahasiswa Calon Dokter Spesialis Depresi, Kemendikbudristek Info Kemenkes
Dr Muhdi: Siapapun Yang Tidak Hadir Rugi Besar
Dr Bunyamin: Ramadan Membuat Kita Kembali Menemukan Jati Diri

Leave a Reply