
SEMARANG, derapguru.com — Keberadaan orang tua sangat dibutuhkan saat anak ada pada fase tumbuh kembang. Bimbingan dan arahan orang tua menjadi satu sisi penting yang membuat mereka mampu melewati fase paling labil dalam hidup seorang anak.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komite I DPD RI sekaligus Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, saat memberikan sosialisasi pentingnya bersekolah di hadapan walimurid SMP PGRI 5 Kota Semarang, Selasa 12 Agustus 2026.
“Anak tidak butuh orang tua yg sempurna, tapi orang tua yg selalu hadir untuk anaknya. Jangan sampai medsos jadi guru anak-anak kita,” urai Muhdi.
Muhdi menambahkan, dengan kondisi sosial yang semakin rumit, banyak orang tua yang justru membiarkan anaknya tumbuh didampingi layar-layar ponsel. Banyak yang tidak tahu apa yang dilakukan anak-anaknya dengan layar ponsel. Tahu-tahu mereka menjadi tidak terkendali dan memiliki sisi lain yang aneh dari karakternya.
“Menjadi orang tua, kita harus tahu apa yg dilakukan anak-anak kita dengan ponsel. Kita harus mendampingi mereka. Caranya bagaimana bila sudah terlanjur? Mulai batasi waktunya. Kenali konten anak kita. Selamatkan mereka dengan pendampingan kita,” ungkap Muhdi.
Lebih lanjut Muhdi meminta, agar para orang tua mengajari anak untuk bermimpi. Mimpi yang setinggi-tingginya. Jangan takut-takuti dengan kegagalan. Buatkan mereka bermimpi setinggi langit karena itu yang akan menjadi tenaga mereka untuk berusaha keras mencapainya.
“Pastikan anak-anak Bapak Ibu untuk berani bermimpi. Jangan takut mimpi. Tapi jangan lupa untuk membekali mereka dengan sekolah. Sebab sekolah adalah pintu masuk untuk menuju mimpi-mimpi itu,” tambah Muhdi.
Dulu, lanjut Muhdi, dirinya pun membangun mimpi dengan bersekolah. Dirinya beruntung memiliki orang tua yang tidak takut membuang uang untuk membiayai sekolah anak. Tekat besar untuk menyekolahkan anak inilah yang membuatnya bisa sampai seperti ini.
“Saya lahir di desa Bapak Ibu. Nama saya pun sangat ndeso, hanya Muhdi. Bapak saya buta huruf. Tidak bisa membaca. Tapi beliaulah yang mendorong saya untuk terus sekolah dan terus bermimpi. Jangan takut lelah Bapak Ibu. Lelahlah sekarang untuk kebahagiaan di depan,” tandas Muhdi. (za)




