
PEMALANG, derapguru.com — Indonesia diuntungkan dengan bonus demografi pada tahun 2045, yakni menjadi negara dengan jumlah pemuda terbesar di dunia. Bila Indonesia mampu memanfaatkan bonus tersebut–dengan menyiapkan generasi yang berkualitas–bangsa ini diprediksi akan menjadi salah satu dari lima negara besar di dunia.
Uraian tersebut disampaikan Anggota Komite III DPD RI yang juga Ketua PGRI Jawa Tengah saat memberikan materi dalam seminar “Problematika dan Masa depan Guru Indonesia: Kepastian Status Kesejahteraan, Pemerataan Penempatan, dan Lindungan Profesi” di PGRI Cabang Belik Kabupaten Pemalang, Kamis 5 November 2026.
“Untuk mendapatkan generasi yang terbaik, kuncinya adalah pada guru yang berkualitas. Sedang untuk mendapatkan guru yang berkualitas, syaratnya ada tiga: pertama, kecukupan guru harus dipenuhi. Sampai saat ini kekurangan guru masih menjadi masalah meski telah melakukan rekrutmen lebih dari sejuta PPPK,” ungkap Muhdi
Kedua, lanjut Muhdi, kualitas guru harus ditingkatkan. Peningkatan ini dilakukan dengan pelatihan-pelatihan yang terencana. Dan ketiga, guru diberikan kepastian status dan kesejahteraan yang baik.
“Selama lebih dari 30 tahun menjadi anggota PGRI, perjuangan untuk memastikan status dan kesejahteraan guru ini yang paling sering dilakukan. Mulai guru bantu, guru honorer, atau apalah namanya, sampai guru PPPK paruh waktu dan sebagainya,” ungkap Muhdi.
Terkait dengan masalah kesejahteraan, Muhdi menyinggung masalah kesejahteraan guru PPPK Paruh Waktu. Secara status, guru PPPK Paruh Waktu memang telah jelas. Tapi secara kesejahteraan, mereka digaji ala kadarnya sesuai kemampuan keuangan pemerintah daerah.
“Statusnya jelas, tapi penggajiannya semampunya. Oleh karena itu, masalah perjuangan status dan kesejahteraan memang harus diperjuangkan bersama-sama,” tambah Muhdi.
Muhdi mengungkapkan, perkara kesejahteraan bukan hanya dialami guru PPPK Paruh Waktu. Sampai saat ini, masih ada 800 ribu guru di seluruh Indonesia yang belum mendapatkan tunjangan profesi. (za)




