
SEMARANG, derapguru.com — Kepala-kepala sekolah hebat di lembaga yang didirikan PGRI sebaiknya jangan sampai diganggu posisinya. Mereka yang hebat-hebat ini harus dilindungi dan diberikan perhatian khusus atas keberhasilan-keberhasilannya.
Tips ini disampaikan Pengurus sekaligus juga Ketua Pelaksana Harian PB PGRI, Dr H Basyarudin Tayib MPd, saat memberikan materi dalam dalam “Workshop Transformasi Persekolahan PGRI Tahun 2026” di UPGRIS Kampus Sriwijaya, Rabu 16 September 2026.
“Saya sering guyon dengan teman-teman, siapa yang sanggup membesarkan sekolah, siapa yang sanggup dan terbukti mampu membesarkan, silakan dilanjut. Kalau ada pasal yang bicara dua periode, pakaikan saja aturan itu untuk yang malas. Yang hebat-hebat, jangan diganggu,” untuknya.
Basyarudin Tayib menambahkan, untuk mengetahui apakah seorang kepala sekolah itu hebat atau tidak bisa dilihat dengan mudah. Salah satunya adalah dengan melihat kedatangan dan kepulangannya saat di sekolah.
“Saya tanya nggak usah panjang-panjang, Anda sebagai kepala sekolah, pulang jam berapa ya, kalau anak pulang kan jam 01. 00, kepala sekolahnya pulang jam 02. 00 atau malah pulang duluan?” urai Basyarudin Tayib.
Selain itu, kepala sekolah hebat juga bisa dilihat saat dia menghadapi PPDB. Apakah dia selalu memantau pergerakan jumlah siswa yang didapatkan ataukah malah cuek dan bersikap masa bodoh.
“Kemarin ada yang telpon ngajak bicara soal PPDB. Saya tanya sudah dapat berapa? Dia bilang sudah dapat dua kelas. Saya bilang semoga bisa naik terus. Lalu saya tanya, posisi di mana? Dia bilang lagi di kampung,” Ungkap Basyarudin Tayib.
Lha kalau kepala sekolahnya model begini, lanjut Basyarudin Tayib, bagaimana sekolah bisa maju? Ketika sedang sibuk dengan PPDB dia menyerahkan sepenuhnya hasil PPDB pada Tuhan.
“Dianya liburan pulang kampung, sedang tugas mencari siswa diserahkan pada Tuhan. Tuhan disuruh tanggung jawab mencari siswa,” ungkap Basyarudin membuat tawa seluruh audiens. (za)




