
SEMARANG — Derapguru.com
Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. meminta setiap perubahan kebijakan pengelolaan guru dikaji secara matang agar tidak justru memperlambat pelayanan terhadap persoalan guru. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konferensi Kerja Kabupaten II PGRI Kabupaten Batang Masa Bakti XXIII di Wisma Gaya, Bandungan, Sabtu (12/9/2026).
Muhdi menyinggung wacana pengelolaan guru menjadi pegawai pemerintah pusat yang menurutnya masih perlu dilihat dari berbagai sisi. Salah satu pertanyaan penting adalah dampaknya terhadap kecepatan pelayanan guru di daerah serta kaitannya dengan kewenangan pemerintah daerah di bidang pendidikan. Ia menegaskan pembahasan tersebut belum menjadi keputusan final.

“Apakah pemindahan guru menjadi pegawai pusat nanti tidak memperlambat layanan masalah guru? Kalau iya, ya lebih baik tidak,” kata Muhdi. Menurutnya, perubahan kebijakan harus benar-benar memberikan manfaat bagi guru, bukan sekadar memindahkan tata kelola administrasi.
Di hadapan peserta konferensi, Muhdi juga menekankan bahwa pelayanan anggota harus menjadi kata kunci PGRI. Organisasi, katanya, perlu terus beradaptasi dan memberi ruang kepada pengurus daerah untuk berinovasi sesuai karakteristik anggotanya. Tujuan PGRI tetap sama, tetapi cara mencapai tujuan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Ketua PGRI Kabupaten Batang M. Arief Rohman, S.Pd., M.Pd., M.Si., M.Pd. sebelumnya mengungkapkan perubahan besar komposisi keanggotaan PGRI di Batang. Menurut Arief, sekitar 55 persen anggota PGRI Kabupaten Batang kini merupakan PPPK. Perubahan tersebut menuntut organisasi memberikan layanan yang lebih cepat, terbuka, dan sesuai kebutuhan anggota yang semakin muda dan kritis.
PGRI Kabupaten Batang merespons perubahan itu dengan menyiapkan My PGRI Batang, layanan digital yang ditujukan untuk memudahkan anggota mengakses informasi kegiatan organisasi, penggunaan keuangan, hasil kegiatan, serta informasi terkait persoalan kepegawaian. Muhdi mengapresiasi inovasi tersebut dan menegaskan PGRI Provinsi Jawa Tengah akan mendukung kreativitas pengurus daerah yang memberi manfaat nyata bagi anggota.
Konferensi Kerja Kabupaten II PGRI Kabupaten Batang menjadi forum evaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus penyusunan program organisasi berikutnya. Forum tersebut membawa tema “Guru Bermutu Indonesia Maju Menuju PGRI 3.0”, dengan penguatan pelayanan anggota menjadi salah satu isu yang mengemuka.(Sapt/Wis)
#PGRIJawaTengah #PGRIBatang #KonkerkabPGRI #Muhdi #Guru #PPPK #PGRI30 #GuruBermutu #IndonesiaMaju #PelayananAnggota




