
SEMARANG, derapguru.com — Salah satu penyebab pembusukan tanaman anggrek adalah tertimbunnya daun oleh media tanam. Kejadian ini sering terjadi ketika tanaman anggrek dipindahkan ke media tanam baru.
Peringatan tersebut disampaikan Dosen Pendidikan Biologi yang juga instruktur Budidaya Anggrek UPGRIS, Ipah Budi Minarti SPd MPd, di sela kegiatan “Pelatihan Budidaya Anggrek” di Greenhouse UPGRIS Kampus Bendan Semarang, Senin 31 Agustus 2026.
“Fatal kalau tunas atau daun tertutup media tanam. Ini bisa menjadi pintu masuk terjadinya pembusukan tanaman dari dalam,” urai Ipah.

Ipah menambahkan, taman anggrek lebih senang bila ada sedikit akar yang terlihat di atas media tanam. Maka dalam penataan atau pemindahan media tanam, sebaiknya batang anggrek tidak tertanam sepenuhnya, tapi menyisakan bagian akar atas tidak tertutup media tanam.
Untuk media taman sendiri, ada beberapa jenis media tanam, tapi yang paling populer adalah akar paku-pakuan, arang, atau cocoped. Media tanam ini, selain tidak membuat air tergenang, juga bisa membantu menahan kelembaban tanaman.

“Pastikan drainase pot berjalan baik. Jangan sampai tanaman tergenang air. Genangan air juga bisa mengakibatkan pembusukan dari dalam. Dan yang lebih penting lagi, pastikan media tanam sudah dalam kondisi steril. Bisa dengan direbus dahulu dengan air mendidih, lalu diangin-anginkan sampai kering. Bila perlu, lakukan juga fungisida (pembasmian jamur) pada media tanam,” tambah Ipah.
Lebih lanjut Ipah menuturkan, terkait dengan perawatan tanaman anggrek, penyiraman dilakukan ketika media tanam terasa kering atau tidak lembab. Penyiraman bisa dilakukan dengan penyemprotan atau perendaman (tanaman dicelupkan beberapa saat ke dalam air).
“Banyak orang memilih teknik penyemprotan, tapi sebenarnya lebih baik perendaman sesaat,” ungkap Ipah.

Kompetensi Lulusan
Ketua Pelatihan Budidaya Anggrek Melalui Kultur Jaringan, Praptining Rahayu SSi MPd, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan yang digelar merupakan salah satu bagian dari proses uji kompetensi calon wisudawan UPGRIS. Nantinya mereka yang sudah dilatih akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang dapat dijadikan sebagai skill tambahan lulusan l.
“Sebelum masuk pada pelatihan budidaya anggrek ini, sebelumnya mereka juga sudah dilatih cara pembibitan anggrek dengan metode kultur jaringan,” ungkap Praptining. (za)




