
UNGARAN, derapguru.com- Bagi pecinta kuliner, ada sajian yang tak boleh terlewat saat singgah di Kawasan Bandungan Kabupaten Semarang. Apakah itu? Tentu saja Sate Kelinci. Ya, daging mamalia ikut tersebut menjadi salah satu sajian kuliner menarik di kawasan ini.
Dan sajian khas itu pula yang “ditarget” keluarga besar FPBS, usai menggelar “FPBS Family Gathering”, Sabtu 29 Agustus 2026. Usai kegiatan gathering, rombongan meluncur Pasar Sayur Bandungan, selain untuk memburu sayur murah, di sana juga menu sate kelinci yang istimewa bisa ditemukan.
Sate kelinci memiliki taste yang khas, yakni memiliki rasa sedikit mirip dengan daging ayam, tapi memiliki tekstur lebih lembut dan sedikit manis. Tips supaya bisa merasakan nikmatnya rasa asli daging kelinci, mintalah daging tersebut untuk dibakar tanpa olesan kecap atau bumbu lainnya.
Dalam dunia kuliner, kecap, sauce, minyak, dan berbagai macam penambah rasa lainnnya, adalah pengubah rasa. Hindarkan semua benda itu bila ingin menguji kesegaran atau taste dari ikan/daging tertentu.
Untuk bisa menikmati sate kelinci, para pecinta kuliner bisa menuju Los Kuliner Lantai 2 Pasar Sayur Bandungan. Di lokasi tersebut ada puluhan warung sate kelinci berjajar rapi. Salah satunya yang bisa didatangi adalah los paling pojok, yakni Sate Kelinci Mbak Tari.
Tari mengatakan satu porsi sate kelinci–berisi 10 tusuk sate–dengan harga 30 ribu rupiah. Bila ditambah dengan satu lontong menjadi 35 ribu rupiah. Bila lontongnya hanya setengah berharga 33 ribu rupiah.
“Sate kami semuanya daging. Kami tidak memberi tambahan jeroan atau kulit kelinci. Semua murni daging,” ungkap Tari.
Tari menambahkan, warung sate kelincinya hanya buka tiap Sabtu dan Minggu. Dalam satu hari rerata bisa menghabiskan 1 ekor daging kelinci. Bila kondisi warung ramai bisa menghabiskan 2 ekor daging kelinci.
“Satu ekor kelinci ukuran besar bisa dibuat 15 porsi sate kelinci. Bila ukuran kelincinya kecil biasanya hanya bisa dibuat 8 porsi,” ungkap Tari.
Bagaimana, tertarik menikmati Sate Kelinci Bandungan? (za)




