
SEMARANG, derapguru.com — Desa Brambang Kecamatan Karangawen adalah salah satu desa yang termasuk rawan dengan bencana banjir. Hal ini terjadi karena beberapa wilayahnya bersinggungan langsung dengan tanggul Sungai Cabean (Kali Cabean).
Kondisi rawan banjir inilah yang direspon secara apik oleh Tim KKN UPGRIS di Desa Brambang untuk menggelar kegiatan mitigasi bencana. Kegiatan yang digelar di SDN Brambang ini diberikan pada siswa sekolah kelas III agar mereks mendapatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana sejak dini.
Ketua Tim KKN UPGRIS di Desa Brambang, Fauzun Dwi Saputra, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai tiga jenis bencana, yaitu banjir, gempa bumi, dan kebakaran.
“Siswa kami kenalkan dengan penyebab dan tanda-tanda bencana serta langkah-langkah yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” urai Fauzun Dwi Saputra.
Dia mengungkapkan selain pemaparan materi, mereka juga mengajak siswa melakukan simulasi aman bencana. Para siswa mempraktikkan langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa, memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi banjir, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran.
“Simulasi ini dilakukan untuk melatih siswa agar tetap tenang, sigap, dan mampu mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat,” tambah Fauzun Dwi Saputra.
Kepala SD Negeri Brambang, Kastomi SPd MPd, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mitigasi bencana penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
‘Edukasi seperti ini sangat baik untuk diberikan kepada siswa sejak dini. Anak-anak tidak hanya perlu mengetahui jenis bencana, tetapi juga harus memahami langkah yang tepat untuk menyelamatkan diri ketika bencana terjadi,” ujar Kastomi. (za)




