
GROBOGAN, derapguru.com — Ada banyak jalan menuju Roma. Begitu kata-kata bijak dari masa lampau. Artinya, ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai sebuah tujuan. Bila satu jalan buntu atau terlihat sukar dilewati, masih ada jalan lain yang bisa dilewati untuk menuju tujuan.
Demikianlah istilah yang tepat untuk menggambarkan upaya tim KKN UPGRIS di Desa Kuwaron Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan untuk bisa menyatu dengan masyarakat. Membaca kebiasaan masyarakat yang hobi bermain futsal dan sepakbola, mereka mendorong anggota KKN yang biasa futsal dan sepakbola untuk terlibat dalam kegiatan.
Ketua Tim KKN Desa Kuwaron, Muhammad Iqbal Wicaksono, menyampaikan olahraga merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kuwaron, terutama futsal dan sepakbola. Generasi senior, muda, sampai anak-anak memiliki hobi yang sama: suka bermain futsal dan sepakbola.
“Di sini masalah olahraga benar-benar difasilitasi oleh pemerintah desa sehingga masyarakat pun semakin antusias untuk belajar bola. Dan dari sisi inilah tim KKN kami mulai masuk ke masyarakat. Dengan terlibat langsung dalam bermain futsal maupun sepakbola,” ungkapnya.
Muhammad Iqbal Wicaksono menambahkan, dengan terlibat langsung dalam permainan bola, kedatangan mahasiswa KKN yang berikut program-programnya semakin mudah untuk diterima. Bahkan banyak masyarakat yang kemudian membantu dalam berbagai program yang dibuat tim KKN.
“Bagi kami, mengikuti kegiatan olahraga menjadi salah satu cara untuk mengenal masyarakat Desa Kuwaron secara lebih dekat. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat memanfaatkan fasilitas desa dan bagaimana olahraga dapat menjadi media untuk mempererat hubungan antarmasyarakat,” tandasnya.
Lebih lanjut, Muhammad Iqbal Wicaksono mengatakan, di bawah arahan dosen pembimbing Henry Januar Saputra MPd, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga berusaha menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan mengikuti kegiatan yang menjadi kegemaran warga, mahasiswa dapat membangun komunikasi dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis.
“Semangat olahraga yang tumbuh di Desa Kuwaron menjadi potensi yang layak untuk terus dipertahankan. Dukungan pemerintah desa, keaktifan kepala desa, tersedianya fasilitas olahraga umum, serta antusiasme masyarakat menjadi kekuatan yang dapat mendorong perkembangan olahraga di desa,” pungkasnya. (za)




