
SEMARANG, derapguru.com — Ada banyak isu tentang guru yang bisa diangkat sebagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa isu tersebut di antaranya tentang penerapan pembelajaran mendalam, guru paruh waktu, ketersedian guru, sampai dengan masalah perlindungan guru.
Hal tersebut disampaikan Kabiro Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PGRI Jawa Tengah, Prof Dr Listyaning Sumardiyani MPd, dalam “Rapat Koordinasi Biro-Bidang-Seksi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat” yang digelar secara daring, Sabtu 25 Juli 2026.
“Kita bisa memilih salah satunya. Atau kita pilih beberapa di antaranya untuk menjadi tindak lanjut program penelitian tahun ini,” urai Prof Listyaning pada para pengurus bidang dan seksi yang mengikuti rapat koordinasi.
Prof Listyaning menambahkan, program untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebenarnya telah dirancang pada saat konferensi kerja sebelumnya. Rapat koordinasi kali ini adalah untuk menyatukan persepsi antara biro-bidang-seksi dalam menjalankan program kerja.
“Kita akan merancang program apa yang akan dijalani, melaksanakannya, dan melaporkan hasilnya. Semoga sebelum akhir tahun, atau mungkin saat HUT PGRI, kita bisa merilis hasil penelitian kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut Prof Listyaning menambahkan, selain melakukan program penelitian, ada beberapa program besar lain yang dijalankan bagian penelitian dan pengabdian. Beberapa program besar tersebut antara lain pemantauan hasil dan evaluasi program, serta program pengabdian kepada masyarakat.
“Memasuki musim kemarau kita harus banyak memantau wilayah-wilayah mana yang dilanda kekeringan. Program bantuan air bersih ini sangat dibutuhkan anggota dan masyarakat,” tandas Prof Listyaning.
Rapat koordinasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat PGRI Jawa Tengah ini, dibuka langsung Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, dan diberikan arahan-arahan tentang proyeksi program kerja yang bisa ditindaklanjuti Biro-Bidang-Seksi Penelitian dan Pengabdian. (za)




