
SEMARANG, derapguru.com — Organisasi PGRI dapat berkembang menjadi organisasi yang kuat dan tangguh karena disangga oleh kultural dan struktural. Dua aspek inilah yang harus disadari untuk terus dijaga dalam perjalanan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Biro Organisasi dan Kaderisasi PGRI Jateng, Dr Maryanto MSi, dalam “Rapat Koordinasi Biro-Bidang-Seksi Organisasi dan Kaderisasi” yang digelar secara daring, Sabtu 18 Juli 2026.
“PGRI akan kuat bila disangga oleh dua pilar: kultur dan struktur. Dua pilar ini yang harus dihidupi dan dijaga dalam perjalanan organisasi,” ungkap Maryanto.
Maryanto menambahkan, secara kultur anggota harus memiliki kesadaran yang sama (common sense) dan perilaku sama (common behavior) yang dibingkai dasar keyakinan, prinsip, nilai, tujuan, dan visi bersama.
“Sedangkan secara struktur, organisasi PGRI sebenarnya telah dibingkai dengan sistem kepengurusan yang dipilih secara demokratis,” ungkap Maryanto.
Kendati demikian, Maryanto juga menegaskan bahwa aspek kultur dan struktur tersebut, keberadaannya juga sangat ditentukan oleh peran kepemimpinan. “Peran kepemimpinan sangat menentukan karena merekalah yang akan jadi panutan, perintis, penyelaras, dan pemberdayaan dalam organisasi,” ungkap Maryanto.
Rapat koordinasi yang diikuti para pengurus Organisasi dan Kaderisasi PGRI se-Jawa Tengah tersebut dibuka langsung oleh Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum. (za)




