
Wonogiri, derapguru.com-PGRI Jawa Tengah mengapresiasi PGRI Kabupaten Wonogiri, atas capaian keberhasilanya dalam berbagai kegiatan organisasi. Salah satunya adalah pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten II, yang belum sampai 6 bulan setelah Konkerprov II. Kemudian Iuran anggota PGRI yang telah dibayar lunas, dan yang ketiga adalah jumlah anggota PGRI bertambah.
Kami mengapresiasi PGRI Kabupaten Wonogiri yang telah menyelenggarakan Konkerkab II, tepat waktu atau belum sampai 6 bulan dari Konkerprov II. Selain itu kami juga apresiasi karena Iuran anggota PGRI telah dibayar lunas, dan yang ketiga jumlah anggota PGRI bertambah, ujar Wakil Ketua PGRI Jateng, Dr Hj Sri Suciati M Hum, saat hadir mewakili Ketua PGRI Jateng Dr H Muhdi SH M Hum, dalam Konkerkab II PGRI Kabupaten Wonogiri, di Gedung PGRI setempat, Sabtu, 18 Juli 2026.
Terkait iuran anggota, Sri Suciati menjelaskan, Iuran anggota 8000 rupiah per bulan itu belum cukup untuk mengcover seluruh kegiatan organisasi. Iuran anggota itu kegiatan organisasi di PB PGRI 10%, PGRI Provinsi 20%, PGRI Kabupaten/kota 30%, dan PGRI Cabang/Cabang Khusus 40%. Karena itu banyak kabupaten/kota yang berupaya memiliki kegiatan usaha untuk mencukupi kebutuhan organisasi, seperti yang dilakukan PGRI Jawa Tengah.
Dijelaskan, di PGRI Jawa Tengah, iuran anggota baru mencukupi sekitar 50% dari APBO, kekurangannya dicover oleh hasil usaha dan bantuan anak lembaga, badan khusus dan alat kelengkapan organisasi.
Disebutkan, UPGRIS, perguruan tinggi milik PGRI Jawa Tengah, dibawah YPLP PT PGRI itu berkontribusi pada PGRI Jawa Tengah 1 milyar lebih dalam setahun. Ditambahkan, beberapa badan khusus milik PGRI Jateng itu antara lain Derap Guru, BPR Guru, Hotel New Kencana di Purbalingga, Rumah Makan di Salatiga, Daspen, Biro Umroh dan Haji “Safara”, dan lain sebagainya.
Sri Suciati kemudian mengungkapkan, 12 Prodi di UPGRIS saat ini sudah terakreditasi Internasional (ACQUIN). “Ini adalah capaian yang luar biasa, dan satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Tengah yang mendapatkan akreditasi tersebut”, ujar mantan Rektor UPGRIS ini menjelaskan.

Terkait Daspen, Dr Sri Suciati menjelaskan, bahwa semua guru dan tenaga kependidikan yang juga anggota PGRI termasuk guru P3K diharapkan juga menjadi anggota Daspen. Anggota Daspen akan mendapat santunan pada saat pensiun atau meninggal dunia. “Santunan Daspen bagi anggota yang pensiun atau meninggal akan diberikan tepat waktu, sesuai ketentuan yang berlaku”, jelas Sri Suciati yang juga Ketua YDSKG Jawa Tengah ini menjelaskan.
High Tech dan High Touch
Wakil Ketua PGRI Jateng Dr Hj Sri Suciati yang hadir bersama Sekum PGRI Jateng Drs Aris Munandar MPd kemudian mengapresiasi juga kedekatan hubungan PGRI Kabupaten Wonogiri dengan Pemerintah kabupaten Wonogiri, dan bersinergi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. “Kami sangat senang dan mengapresiasi kedekatan hubungan PGRI dengan bapak Bupati dalam Upaya meningkatkan mutu Pendidikan. Diantaranya dengan kebijakan mendekatkan tempat kerja guru dengan domisili. Kita juga mesti berjuang bersama untuk mewujudkan kesejahteraan, profesionalisme dan perlindungan guru, termasuk guru-guru P3K, P3K paruh waktu dan guru Non ASN yang lain”, jelas Sri Suciati.
“Pastikan PGRI Menjadi Rumah Yang Nyaman Bagi Anggota dan Para Guru, Kita Jaga Bersama Soliditas Dan Solidaritas PGRI”, tambah Dr Sri Suciati mengingatkan.
Kepada para guru, Dr Sri Suciati menyatakan, tahun 2026 kita mesti bergerak lebih cepat. Hadirnya Arificial Inteligence (AI) adalah sebuah keniscayaan, dan jika itu harus dibawa ke dalam kelas, guru tidak perlu was was atau takut dengan AI, karena kehadiran guru profesional untuk mendidik, tidak tergantikan. Guru tetap menjadi kunci keberhasilan Pendidikan, karena guru memiliki high tech dan high touch. “Selain memiliki high tech dan high touch, guru memiliki hati Nurani, memiliki kreativiitas, dan empati, sedangkan AI tidak memiliki itu”, jelas Dr Sri Suciati mengingatkan.
Ditambahkan, murid itu tidak membutuhkan guru-guru yang sempurna, tetapi guru yang bisa menjadi pembahagia, guru yang inspiratif dan guru yang bisa menumbuhkan kecintaan belajar bagi anak-anak. “Maka jadilan teladan yang baik bagi murid-murid kita”, pesan tegas Dr Sri Suciati.
Sebelumnya, Ketua Panitia Konkerkab II, Wiwid Supriyanto menyampaikan laporan tentang dasar pelaksanaan kegiatan, tujuan, peserta, sumber dana dan tema Konkerkab II. Dikatakan Tema Konkerkab adalah “Guru Bermutu, Indonesia Maju”.
Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri menegaskan tujuan Konkerkab II adalah menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja tahun 2025, serta menyusun dan mengesahkan program kerja dan RAPBO tahun 2026.
Turut hadir dan membuka acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri Sriyanto MM (pur)




