
UNGARAN, derapguru.com – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Pattimura Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang selenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2026 di SD Negeri Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta dari 6 Sekolah Dasar ini berjalan penuh interaktif dan komunikatif.
Ketua KKG Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Sadmoko Adi, S.Pd. selaku pemateri menekankan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dan Platform Sindara untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran bagi guru di lingkungan Gugus Pattimura Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Sadmoko Adi, S.Pd., menyampaikan bahwa IFP adalah perangkat layar sentuh cerdas berukuran besar yang menggabungkan fungsi komputer, papan tulis digital, proyektor, dan media presentasi dalam satu unit all-in-one yang membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif, kolaboratif, berpusat pasa siswa, menarik, dan menyenangkan. Ketua KKG Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang tersebut juga menambahkan bahwa Platform Sindara (Sistem Informasi dan Integrasi Data Guru) adalah wadah resmi dari Kemendikdasmen untuk mendata, mengelola, dan memfasilitasi komunitas guru seperti KKG, MGMP, dan MGBK yang manfaat utamanya memastikan guru mendapatkan pelatihan, pengembangan kompetensi, dan sertifikasi yang tepat sasaran serta diakui secara resmi.
Sritini, S.Pd., Kepala SD Negeri Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang selaku tuan rumah pelaksanaan kegiatan memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan antusias para peserta. Sritini, S.Pd. berharap bahwa kegiatan ini dapat mewadahi para guru di lingkungan Gugus Pattimura Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang dalam meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian serta sebagai ruang kolaborasi dan komunikasi untuk memecahkan masalah pembelajaran dan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).
Puji Utami, S.Pd.SD., M.Pd., Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Gugus Pattimura Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembelajaran berbasis IT yang memanfaatkan teknologi informasi seperti komputer, laptop, internet, dan perangkat lunak untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik, cakupan materi lebih luas, dan proses belajar menjadi fleksibel tanpa batasan ruang dan waktu. Puji Utami, S.Pd.SD., M.Pd., juga berharap guru dapat memanfaatkan Artificial Intelegence (AI), platform kolaborasi, dan multimedia interktif dalam kegiatan pembelajaran. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Gugus Pattimura Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang tersebut juga menyampaikan Platform Sindara dikembangkan sebagai instrumen pendukung dalam pengelolaan program peningkatan kompetensi guru secara lebih terarah dan berbasis data, Platform Sindara terhubung dengan Platform Learning Management System Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (LMS RGTK) yang digunakan dalam pelaksanaan berbagai program pengembangan kompetensi guru.
Ketua Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Supiyati, S.Pd., M.Pd. berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik dari awal hingga akhir. Supiyati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran Platform Sindara memperkuat intergrasi data dalam meningkatkan kualitas perencanaan program pengembangan guru dengan sistem yang lebih tertata, relevan, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Ketua Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang tersebut menyatakan bahwa dalam kerangka transformasi digital pendidikan, Platform Sindara menjadi bagian sistem pendukung yang memperkuat ekosistem data dan sebagai alat bantu untuk memastikan setiap guru mendapatkan akses pengembangan kompetensi yang adil, terarah dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Lebih lanjut, Supiyati, S.Pd., M.Pd., mengatkan bahwa Interactive Flat Panel (IFP) berperan sebagai media strategis dalam mendorong pembelajaran yang interaktif, visual, dan berpusat pada peserta didik yang dapat melibatkan siswa secara langsung sehingga menciptakan suasana kelas yang hidup dan meningkatkan keaktifan belajar peserta didik, selain itu memberikan pengaruh signifikan membantu guru memaparkan materi secara lebih jelas dan detail.
Eko Yuliyanto, S.Pd., M.Si., Pengawas Sekolah Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang menyampaikan pentingnya penguatan karakter sebagai kompas moral dalam pemanfaatan teknologi informasi, tanpa landasan moral dan etika yang kuat inovasi perkembangan teknologi inforamasi seperti Artificial Intelegence (AI) dan internet berisiko penyalahgunaan. Eko Yuliyanto, S.Pd., M.Si., berpesan agar para guru menjadi Digital Role Model dengan jejak digital positif untuk memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman, positif, dan menghidarkan dari resiko negatif, serta dapat mengajarkan etika digital kepada peserta didik seperti menghormati hak cipta, menghindari penyebaran hoaks, menjaga privasi dalam dunia maya, dan menghindari konten negatif yang mengandung unsur sara dan pornografi. Pengawas Sekolah Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang tersebut menyarankan agar para guru lebih bijak dalam menggunakan Artificial Intelegence (AI), Interactive Flat Panel (IFP) dan Platform Sindara.

Wiwik Gunari, S.Pd., salah satu peserta kegiatan dari SD Negeri Penawangan 01 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang mengapresiasi dan merespon sangat positif atas terselengganya kegiatan Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dan Platform Sindara untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran bagi guru di lingkungan Gugus Pattimura Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Pattimura Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Wiwik Gunari, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat membekali guru untuk meningkatkan kompetnsi dan kemampuan teknis untuk menciptakan suasa belajar menarik, menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif yang akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran menjadi lebih baik. (Arief/Wis)



