
SEMARANG, derapguru.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program kerja berupa pendampingan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) serta senam lansia di Kelurahan Candirejo. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya warga lanjut usia.
Program tersebut dilaksanakan di salah satu rumah warga dan diikuti oleh para lansia setempat. Mahasiswa KKN terlibat aktif membantu jalannya kegiatan Posbindu, mulai dari proses pendaftaran peserta, pengukuran kesehatan dasar, hingga pendampingan administrasi. Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam memandu dan mendampingi senam lansia yang digelar secara rutin.
Kegiatan Posbindu sendiri merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan memantau kondisi kesehatan warga, terutama dalam pencegahan penyakit tidak menular. Dalam kegiatan ini, para lansia mendapatkan pemeriksaan sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, serta konsultasi kesehatan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Candirejo, Ibu Mitroh, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai sangat membantu kelancaran kegiatan.
“Kami merasa terbantu dengan pendampingan dari adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Mereka sigap membantu, ramah kepada para lansia, dan mampu membangun suasana kegiatan menjadi lebih semangat,” ujar Ibu Mitroh saat ditemui di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa memberikan energi positif bagi para lansia. Tidak sedikit peserta yang terlihat lebih antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat sesi senam.
“Biasanya ada lansia yang enggan bergerak atau malu ikut senam. Namun, dengan pendampingan mahasiswa, mereka jadi lebih percaya diri dan termotivasi,” tambahnya.
Mahasiswa KKN Kelompok 17 UPGRIS menjelaskan bahwa program pendampingan Posbindu dan senam lansia dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat. Setelah melakukan observasi awal, mahasiswa melihat pentingnya dukungan terhadap kegiatan kesehatan lansia yang telah berjalan di kelurahan tersebut.
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para lansia, memberikan motivasi, serta edukasi ringan mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Dalam kegiatan senam lansia, mahasiswa membantu mempersiapkan peralatan, mengatur barisan peserta, hingga memandu gerakan bersama instruktur. Suasana senam berlangsung meriah dengan iringan musik yang membangkitkan semangat.
Beberapa lansia mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa KKN. Selain membantu kegiatan, mahasiswa juga dianggap membawa suasana baru yang menyenangkan.
“Kami senang karena adik-adik mahasiswa sabar mendampingi. Gerakan senam jadi lebih mudah diikuti karena mereka memberi contoh,” ujar salah satu warga lansia.
Selain aspek fisik, kegiatan ini juga berdampak pada sisi sosial. Para lansia memiliki ruang untuk berinteraksi, berbagi cerita, serta mempererat kebersamaan antarwarga.
Ibu Mitroh berharap kegiatan Posbindu dan senam lansia dapat terus berjalan secara konsisten. Ia menilai program tersebut penting untuk menjaga kualitas hidup warga lanjut usia.
“Kesehatan lansia perlu perhatian bersama. Kami berharap kegiatan ini terus didukung, baik oleh kader kesehatan, pemerintah kelurahan, maupun pihak akademisi,” tuturnya.
Program kerja mahasiswa KKN Kelompok 17 UPGRIS di Kelurahan Candirejo menunjukkan sinergi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga membawa semangat baru dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat.
Melalui pendampingan Posbindu dan senam lansia, mahasiswa turut berperan dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat. (Pur)




