
SEMARANG, derapguru.com — Rasulullah sangat khawatir apabila umatnya kelak akan hidup dalam empat kondisi. Keempat kondisi tersebut antara lain besar perut, banyak tidur, malas, dan lemah keyakinan.
Hal tersebut disampaikan Ustad Nur Akhsin SAg MSi, saat mengisi tausiah dalam “Tarawih Keliling Ramadan 1447H PGRI Kota Semarang” dengan tuan rumah PGRI Cabsus UPGRIS bertempat di Masjid Nurul Huda Kompleks UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Senin 13 Februari 2026.
“Besar perut, apalagi dari sumber yang tidak dihiraukan halal haramnya, akan menjauhkan diri dari ibadah. Kalau diajak sujud males, diajak salat susah, apalagi diajak puasa. Inilah kenapa Rasulullah khawatir pada umatnya yang besar perut,” urai Nur Akhsin.

Pun demikian dengan Banyak tidur. Rasulullah juga khawatir akan ada banyak waktu terbuang sia-sia. Waktu yang mestinya dapat digunakan untuk hal-hal bermanfaat akhirnya terbuang untuk tidur saja.
“Bagaimana dengan tidur saat puasa? Bukankah ada yang mengatakan tidurnya orang berpuasa itu ibadah? Ini yang salah kaprah. Tidur saat puasa baru bernilai ibadah itu bila tidurnya untuk menghindari dosa, seperti mengurangi ghibah, mudarat, dan keburukan lain-lain,” ungkap Nur Akhsin.
Hal ketiga yang dikhawatirkan Rasulullah, lanjut Nur Akhsin, adalah orang yang pemalas. Pemalas ini bukan hanya orang benar-benar malas. Orang yang beribadah terlalu lama juga termasuk orang pemalas. Rasulullah pernah mengusir orang yang menghabiskan waktu dengan beribadah di masjid.

“Siapa yang memberi nafkah anak-isterimu kalau kamu terus berdzikir. Dia menjawab, anak isteri saya dihidupi saudara saya. Rasulullah marah lalu mengusirnya: pergi ke pasar! Diusir pergi ke pasar maksudnya diminta bekerja, karena saat itu pasar adalah pusat ekonomi,” urai Nur Akhsin.
Sedangkan yang keempat adalah orang yang lemah keyakinan. Orang yang lemah keyakinan ini adalah orang yang mudah putus asa, mudah cemas, dan tidak tenang. Orang yang lemah keyakinan dapat menyebabkan kehancuran kehormatan, kekalahan, dan mudah terpengaruh hawa nafsu.

Wakil Rektor IV UPGRIS, Prof Dr Nur Khoiri MPd,–mewakili Rektor UPGRIS Dr Hj Sri Suciati MHum–menyampaikan ucapan selamat datang pada peserta jamaah salat tarawih di Kampus UPGRIS. UPGRIS adalah kampus milik organisasi PGRI yang artinya juga kampus milik para guru.
“Kami berharap para guru dapat memanfaatkan kampus ini untuk mengembangkan diri. UPGRIS akreditasinya unggul, lulusannya juga banyak, bahkan juga menjadi pimpinan atau rekan Bapak-Ibu di sekolah,” urai Prof Khoiri.
Prof Khoiri juga mengatakan jangan ragu-ragu bila para guru ingin melanjutkan studi di UPGRIS. Ada banyak program studi S2 kependidikan yang dimiliki kampus ini. Ke depannya juga sedang dipersiapkan S3 program kependidikan.

Sementara itu, Ketua PGRI Cabsus UPGRIS, Sukamto SPd MPd, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadirannya dalam ibadah salat tarawih. Tidak lupa dia juga menyampaikan terima kasih pada rekan-rekan panitia yang sudah bersusah payah menyiapkan kegiatan ini.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut seluruh Pengurus PGRI Kota Semarang, Pengurus PGRI Cabang Khusus, dan Perwakilan dari PGRI Ranting Khusus UPGRIS. (za)




