
UNGARAN, derapguru.com — Dalam tradisi per-KKN-nan, kegiatan expo menjadi puncak dari seluruh prosesi KKN. Tak mengherankan bila pada saat kegiatan expo-lah segala sumber daya dan segala upaya dilakukan.
Seperti halnya kegiatan Expo KKN UPGRIS di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, belum lama ini. Berbagai macam kegiatan tumplek bleg dalam acara yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Lerep Ungaran Barat.
Mulai dari keluwesan para mahasiswa dalam membawakan Tari Denok, sampai dengan sajian berbagai macam kuliner menarik seperti keripik gembus, keripik pare, pencok, dan wingko. Tak hanya itu saja, para warga sekitar juga banyak yang ikut buka stand menawarkan produk-produk miliknya.
Ketua Koordinator Kecamatan Ungaran Barat, M Fikril Khakim, berharap ekspo ini bukan sekadar seremoni semata, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan dampak program kerja mereka.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk seremonial belaka, tapi untuk menunjukkan bahwa program kerja yang dijalani mahasiswa membawa dampak. Ini yang lebih penting,” urainya.
Fikril menambahkan, dampak-dampak dari program kerja tersebut bisa dilihat langsung melalui berbagai macam produk yang diperjualbelikan dalam kegiatan.
“Kita bisa melihat produk-produk olahan yang ditampilkan, kmencerminkan sinergi mahasiswa dengan warga. Ini penting karena KKN bukan hanya tentang kegiatan akademik, tetapi juga tentang kebermanfaatan bagi masyarakat,” tambahnya. (za)




