
SEMARANG — Derapguru.com
Perlindungan guru perempuan dari kekerasan dan pelecehan berbasis gender menjadi salah satu isu penting dalam forum *Women’s Caucus* yang diikuti Prof. Dr. Hj. Listyaning Sumardiyani, M.Hum., dari PGRI Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026).
Forum perempuan anggota serikat pendidikan dari berbagai negara Asia-Pasifik itu membahas penguatan kepemimpinan perempuan, keselamatan guru, dan kesetaraan dalam organisasi.
Pertemuan yang berlangsung di Satoo Garden Room tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman dan strategi bagi perempuan penggerak organisasi. Peserta membahas bagaimana organisasi profesi dan serikat pekerja dapat menjadi lebih inklusif, tangguh, serta memberi ruang yang lebih besar bagi perempuan dalam menentukan arah kebijakan.
Mantan Presiden Education International, Susan Hopgood, menyampaikan pidato utama bertema *Women Who Organize Change Everything: Power, Resilience & Gender Just Unions*. Agenda dilanjutkan dengan laporan jejaring perempuan dari berbagai subkawasan, diskusi panel mengenai kepemimpinan perempuan dalam transformasi serikat di Asia-Pasifik, serta kerja kelompok untuk memperkuat kesetaraan gender.
Sejumlah persoalan mengemuka dalam pembahasan, antara lain kekerasan dan pelecehan berbasis gender, perlunya mekanisme pertanggungjawaban yang lebih kuat, serta peningkatan perlindungan terhadap keselamatan dan kesejahteraan guru. Forum juga menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan muda secara bermakna dalam pengambilan keputusan dan penguatan dukungan bagi komunitas masyarakat adat.
Bagi organisasi profesi guru, isu-isu tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan membangun lingkungan kerja pendidikan yang aman dan adil. Perlindungan guru tidak hanya menyangkut aspek hukum dan keselamatan fisik, tetapi juga pencegahan pelecehan, kesejahteraan psikologis, dan kesempatan yang setara untuk terlibat dalam kepemimpinan organisasi.
Keikutsertaan perwakilan PGRI Jawa Tengah dalam forum ini membuka ruang untuk mengikuti perkembangan pembahasan kesetaraan gender dan perlindungan profesi guru di tingkat Asia-Pasifik. Agenda *Women’s Caucus* ditutup dengan refleksi bersama dan foto kelompok setelah berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 17.30 waktu setempat. (Sapt/Wis)




