
Derapguru.com – Demak.
PGRI Jawa Tengah menegaskan penghapusan guru honorer tidak boleh dilakukan tanpa diikuti pengangkatan guru baru agar proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu. Sikap itu disampaikan Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., saat penyaluran bantuan peduli banjir bagi anggota PGRI terdampak di SMA Negeri 1 Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Muhdi menilai Indonesia masih menghadapi persoalan ekonomi dan sosial yang berdampak pada dunia pendidikan. Menurut dia, daerah maju ditandai dengan kemampuan berpikir dan mencari solusi secara terus-menerus terhadap persoalan masyarakat.
“Kita harus menyadari masyarakat Indonesia masih menghadapi masalah ekonomi dan sosial. Karena itu kebijakan pendidikan harus mempertimbangkan kondisi riil di lapangan,” kata Muhdi.
Ia juga menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 tentang pemilu serta sejumlah kebijakan pendidikan nasional, termasuk rencana penghapusan guru honorer. Menurut PGRI, kebijakan tersebut dapat diterapkan, tetapi pemerintah harus lebih dahulu memastikan adanya pengangkatan guru agar tidak terjadi kekosongan tenaga pendidik di sekolah.
“Jangan sampai kelas kosong karena tidak ada guru. Kalau honorer dihapus, pengangkatan guru harus disiapkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Muhdi menyebut PGRI Jawa Tengah selama ini terus memperjuangkan kepentingan guru, antara lain penggunaan gelar bagi guru, kemudahan mutasi, hingga penyelesaian PPPK paruh waktu akibat keterbatasan anggaran daerah. PGRI juga terus mengawal kebijakan pemerintah terkait surat edaran penghapusan guru honorer agar tidak merugikan sekolah dan peserta didik.

Ketua PGRI Kabupaten Demak, H. Sapon, S.Pd., M.Pd., mengatakan bantuan peduli banjir tersebut merupakan bentuk solidaritas organisasi kepada anggota yang terdampak bencana. “PGRI harus hadir ketika anggota mengalami kesulitan. Ini bukan hanya bantuan materi, tetapi bentuk kepedulian dan kebersamaan organisasi,” katanya.
Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di SMA Negeri 1 Guntur, Kabupaten Demak, dan dihadiri Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah Drs. H. Aris Munandar, M.Pd., Wakil Sekretaris Umum Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si., Sukaton, serta Sunan Baedowi, S.HI., M.Si., bersama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Demak dan pengurus cabang (Sapt/Wis)





