Home > UPGRIS > Pertahankan Minat Anak Pada Seni Lukis Lewat Plasterkit

Pertahankan Minat Anak Pada Seni Lukis Lewat Plasterkit

KUDUS, derapguru.com — Pada dasarnya, setiap anak memang memiliki naluri alamiah untuk menggambar atau melukis. Kertas yang penuh coretan. Dinding yang tak pernah bersih dari goresan. Semua itu adalah bukti betapa minat anak untuk menggambar dan melukis begitu tinggi.

Tapi apakah dengan membiarkan mereka ‘melukis tembok’ akan membuat anak-anak kelak menjadi pelukis hebat? Beberapa barangkali iya (karena bakat alami), tapi selebihnya adalah mereka yang kemudian kehilangan sense of art-nya seiring bertambahnya usia.

Perkara mempertahankan minat anak selalu menjadi faktor utama melemahnya bakat-bakat alami anak. Anak selalu teralihkan oleh hal-hal baru yang lebih menantang buat mereka. Perlu strategi khusus supaya anak-anak tetap suka dan konsisten terhadap minat mereka terhadap seni lukis.

Pemertahanan minat anak terhadap seni lukis inilah yang sedang menjadi fokus bagi oleh Tim Pengabdian dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang terdiri atas Rofian MPd, Singgih Adhi P MPd, Dr Iin Purnamasari MPd, dan Gotsa Khusnun Naufal MT.

Berkolaborasi dengan Studio Seni Ar(t)sada Kudus, mereka merancang strategi dan media pembelajaran yang bisa menarik minat anak-anak untuk terus belajar seni lukis. Salah satunya dengan memperkenalkan media plasterkit untuk belajar seni lukis.

“Seni lukis plasterkit adalah proses penciptaan seni lukis menggunakan yang dari tahapan menentukan desain rancangan yang nantinya akan diterapkan pada pembuatan master disain dengan menggunakan plastisin atau malam. Berikutnya melakukan proses molding dengan cairan silicon, dimana akan tercipta cetakan master yang bisa digunakan untuk memproduksi karya plasterkit lebih dari satu dengan ukuran dan disain yang sama,” tutur Rofian, baru-baru ini.

Rofian menambahkan kegiatan kolaboratif ini dirancang dengan tema besar “PKM kelompok Belajar Mewarnai Sanggar Seni Lukis: Penanaman Life Skill Berbasis Produk Plasterkit dalam Menumbuhkan Kompetensi Kreatif pada Anak Warga Belajar Kabupaten Kudus”. Kegiatan ini melibatkan para peserta didik di sanggar lukis sebagai warga belajar seni, dan dengan orang tua dari peserta.

“Fokus kegiatan ini untuk memberikan materi pembelajaran melukis dengan pendekatan penciptaan produk plasterkit,” tandas Rofian.

Lebih lanjut Rofian menuturkan kegiataan pengabdian ini difokuskan pada empat hal. Pertama, pembuatan materi dan media berkarya seni lukis plasterkit. Kedua, penanaman life skill kompetensi menciptakan produk karya seni plasterkit sebagai alternatif bekal di kompetensi kreatif anak.

“Ketiga, pemberian pemahaman tentang pentingnya bekerjasama dengan pihak-pihak sekolah, sebagai kebutuhan Pendidikan kreatif di sekolah melalui pembelajaran ekstrakulikuler. Dan keempat, Monitoring dan Evaluasi yang akan dilakukan sepanjang pelaksanaan dan pasca PKM sebagai bentuk kemitraan yang suistainable” tandas Rofian. (za)

You may also like
Ingat Bunda, Cara Komunikasi Anak Laki-Laki dan Perempuan Berbeda
FERDIANSYAH
Komisi X: Selalu Kurang Anggaran, Tapi Tak Berani Terbuka
SMKN 1 Juwangi Grobogan – Estima Industry Kembangkan Motor Listrik
Komisi X Dukung KPK Berantas Gratifikasi PPDB

Leave a Reply