
SEMARANG, derapguru.com — Ketua PGRI Jawa Tengah yang juga Anggota Komite III DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, meminta agar para orang tua selalu berjuang keras untuk menyekolahkan anak-anaknya. Karena hanya dengan sekolah tinggi peluang untuk mengubah nasib akan lebih terbuka.
Hal tersebut disampaikan Muhdi saat memberikan sambutan dalam acara “Pasar Murah dan Pengobatan Gratis PGRI Jawa Tengah” yang digelar di Balai Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat 6 November 2026.

“Saya ini orang desa, Bapak saya buta huruf, tapi semangatnya untuk menyekolahkan anak luar biasa. Tekat orang tua itulah yang mengantarkan saya bisa sampai sejauh ini,” ungkap Muhdi.
Muhdi menambahkan, untuk mengenyam pendidikan saat ini tidaklah sulit. Sekolah dasar sampai tingkat SMA sekarang sudah bisa diakses secara gratis. Bahkan untuk perguruan tinggi, banyak pintu yang dibuka untuk mendapatkan kuliah secara gratis.

“Kuliah sekarang ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bisa juga lewat KIP Aspirasi, lewat saya, kalau desilnya 1-4 langsung bisa saya beri KIP Aspirasi,” ungkap Muhdi.
Ketua PGRI Kota Semarang, Prof Dr Nur Khoiri MPd mengatakan bahwa kegiatan pasar murah dan pengobatan gratis ini digelar dalam rangka menyemarakkan kegiatan HUT Ke-81 PGRI. Selain bakti sosial dalam bentuk pasar murah dan pengobatan gratis, sebelumnya PGRI Jateng juga mengirimkan bantuan air bersih ke seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Untuk pasar murah PGRI Jawa Tengah menyediakan ratusan paket sembako senilai 125 ribu rupiah, tapi bisa ditebus dengan harga 75 ribu rupiah,” urainya.
Tak cukup itu saja, Prof Khoiri juga menyampaikan bahwa selain harga paket yang sudah murah, ada juga tambahan subsidi dari Dr Muhdi. Tiap paketnya, diberikan subsidi sebesar 25 ribu rupiah sehingga warga cukup menebus paket dengan harga 50 ribu rupiah saja.
“Alhamdulillah, kami kabarkan juga, Pak Muhdi juga memberikan subsidi untuk paket sembako pasar murah sebesar 25 ribu rupiah, sehingga Bapak Ibu semua cukup membayar 50 ribu rupiah saja,” ungkap Prof Khoiri disambut tepuk tangan ratusan warga yang datang.

Sementara itu, Lurah Kandri Mutmainah SE, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas digelarnya bakti sosial, bazar, dan pengobatan gratis yang di wilayah mereka. Berbagai acara yang digelar tersebut benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Kandri.
“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih atas bakti sosial, bazar dan pengobatan gratis ini. Semua kegiatan yang digelar membawa manfaat bagi kami,” ungkap Mutmainah.

Dalam kesempatan tersebut, Mutmainah juga menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang masih menjadi masalah bagi warganya. Yakni belum adanya penerangan jalan yang menghubungkan Kandri menuju Jatirejo dan minimnya kaca cembung di pertigaan dan perempatan jalan yang tajam sehingga sering memicu kecelakaan.
“Antara Kandri dan Jatirejo masih gelap. Panjang jalannya sekitar 300 meter. Kami sudah mengajukan ke pemerintah tapi belum terealisasi sampai sekarang. Termasuk pula kaca cembung untuk mengurangi kecelakaan di pertigaan dan perempatan jalan. Mohon bantuan untuk mempercepat realisasinya,” ungkap Mutmainah.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua I PGRI Jawa Tengah Dr Hj Sri Suciati MHum, Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah H Aris Munandar MPd, Bendahara PGRI Jawa Tengah H Wahadi MH, Wakil Sekretaris III Sukaton Purtomo Priyatmo SH MM, Kabiro Penelitian dan Pengabdian Prof Dr Hj Listyaning Sumardiyani MHum.
Hadir pula Kabiro Organisasi dan Kaderisasi Dr H Maryanto MSi, Kabiro Pembinaan Mental Kerohanian dan Karakter Bangsa PGRI Sunan Baedowi SHI MHI, Pengurus PGRI Kota Semarang, Pengurus PGRI Grobogan, dan Pengurus PGRI Cabang Gunungpati Kota Semarang. (za)




