
SEMARANG, derapguru.com — Ogoh-ogoh Warag Ngendok, simbol khas Kota Semarang, dapat dibuat dari kertas karton. Ada beberapa bangun ruang bila dibedah akan terbagi dari beberapa rangkaian bangun ruang seperti bentuk tabung untuk badan-kaki-leher, kerucut panjang untuk ekor, dan gabungan beberapa bangun ruang untuk kepala.
Untuk mulai menyusun bangun ruang yang ideal, maka dibutuhkan rumus-rumus tertentu. Nah, pada momen-momen inilah menjadi pelajaran matematika diterapkan.
Model pembelajaran terintegrasi inilah yang disampaikan Dosen Seni PGSD UPGRIS, Prasena Arisyanto MPd, saat menjadi pembicara dalam acara “Pembelajaran Seni Itu Asik” yang diselenggarakan Biro Kesenian dan Olahraga PGRI Jawa Tengah di Menara UPGRIS Kampus Gajah Semarang, baru-baru ini.
“Pembelajaran seni tidak hanya dilakukan ada pembelajaran seni, tapi bisa juga terintegrasi dengan pembelajaran lain, misalnya matematika. Pelajaran matematika tidak hanya berkutat dengan rumus, tapi juga bisa dengan membuat prakarya seperti membuat boneka warag ngendok untuk pelajaran bangun ruang matematika,” urai Prasena.
Prasena menambahkan, dalam banyak kasus, pelajaran seni menjadi kurang maksimal karena gurunya yang tidak yakin dengan kemampuannya. Bahkan dari pelajaran seni yang terbagi menjadi empat segmen, tari, gambar, bernyanyi, dan drama, yang paling jarang disentuh adalah pelajaran seni. (za)




