
BALI, derapguru.com — Dua mahasiswa FEB UPGRIS, Raditya Dwi Prasetyawan (Prodi Manajemen) dan Salsa Aura (Bisnis Digital), baru-baru ini, dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Youth Changemakers yang diselenggarakan dalam rangkaian Sustainable International Community Service Consortium di Bali.
Forum internasional tersebut mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Prancis, untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta inovasi dalam mendorong peran generasi muda sebagai agen perubahan (changemakers) yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, kedua mahasiswa FEB UPGRIS mempresentasikan berbagai pengalaman dan ide inovatif terkait kepemimpinan generasi muda, kewirausahaan, transformasi digital, serta kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Paparan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta karena dinilai mampu menunjukkan bagaimana mahasiswa Indonesia dapat berkontribusi melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan Youth Changemakers menjadi ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar pengalaman mengenai praktik terbaik dalam pengembangan masyarakat. Melalui diskusi interaktif, peserta membahas berbagai isu global, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, literasi digital, kewirausahaan sosial, hingga pentingnya kolaborasi internasional dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Dekan FEB UPGRIS, Dr Heri Prabowo MM, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa FEB UPGRIS sebagai narasumber dalam forum internasional tersebut. Menurutnya, kesempatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UPGRIS memiliki kapasitas akademik, kemampuan komunikasi, serta wawasan global yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Keikutsertaan mahasiswa sebagai narasumber pada forum internasional merupakan bagian dari komitmen FEB UPGRIS dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi lintas budaya, dan kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.
Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen FEB UPGRIS dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui peningkatan mobilitas mahasiswa, kolaborasi akademik global, serta pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dunia.
Melalui forum Youth Changemakers, FEB UPGRIS berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk menjadi pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan global. Keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional juga menjadi wujud implementasi visi FEB UPGRIS untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing global dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional. (za)



