
SEMARANG, derapguru.com — Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, berharap suatu saat nanti, keberadaan Forum Pena Guru Literasi (FPGL) PGRI Jateng bisa menjadi program nasional. Bila menjadi program nasional, keberadaan FPGL nantinya akan ada di seluruh PGRI se-Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Muhdi dalam acara “Pelatihan Best Practise FPGL PGRI Jawa Tengah Masa Bakti XXII Tahun 2026″ yang digelar di Wisma P4G UPGRIS Kampus Sriwijaya Semarang, Sabtu 16 Mei 2026.
“Semoga bisa menjadi program nasional (program PB PGRI, red), biar FPGL nanti bisa ada di seluruh PGRI se-Indoensia,” ungkap Muhdi.
Muhdi menambahkan guru-guru di bawah FPGL bisa dikatakan sebagai guru-guru yang istimewa. Pasalnya, guru-guru ini tidak hanya mampu berliterasi dengan membaca, tapi juga mampu memproduksi tulisan untuk menjadi bahan literasi selanjutnya.
“Dengan guru-guru seperti ini, kami sangat optimis pendidikan Indonesia akan semakin maju dan berkembang,” urai Muhdi.
Lebih lanjut Muhdi berharap, guru-guru FPGL akan terus menunjukkan kiprahnya dalam pendidikan Indonesia. Sebab siswa-siswa berkualitas akan lahir dari guru-guru berkualitas.
“Dan guru-guru berkualitas akan selalu lahir dari guru-guru yang sejahtera dan terlindungi dalam tugas profesinya. Inilah keyakinan yang menjadi core perjuangan organisasi PGRI,” urai Muhdi.
Dalam kesempatan tersebut, Muhdi juga melantik Drs Kuncoro Puji Raharjo MPd sebagai Ketua FPGL PGRI Jawa Tengah untuk pergantian antarwaktu untuk menggantikan ketua sebelumnya, Lilik Sugiyani, yang telah berpulang ke rahmatullah.
Kuncoro Puji Raharjo menyampaikan akan melanjutkan estafet perjuangan organisasi FPGL yang telah berjalan. Dirinya juga akan berjuang keras dalam menjembatani profesionalisme guru melalui forum Pena yang dipimpinnya ini.
“Kami juga berharap ke depannya akan semakin banyak guru yang memiliki budaya menulis, tidak hanya budaya membaca saja. Bahkan, kami juga berharap dari guru-guru penulis ini akan lahir buku-buku best practise yang nantinya bisa membawa manfaat bagi para guru yang lain,” tandas Kuncoro. (za)




