
SEMARANG, derapguru.com — Universitas PGRI Semarang merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah konferensi internasional Educalingua. Konferensi ini merupakan sebuah berkah bagi UPGRIS karena bisa bekerjasama dengan banyak universitas dunia.
Hal tersebut disampaikan Rektor UPGRIS, Dr H Sapto Budoyo SH MHum, saat membuka acara “Seminar Internasional Educalingua” yang digelar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) secara virtual, Kamis 30 Juli 2029.
“Universitas PGRI Semarang is honoured to once again host this conference,” ungkap Sapto Budoyo.

Sapto Budoyo menambahkan, konferensi internasional hasil kolaborasi dengan beberapa kampus internasional ini merupakan wujud nyata dari semangat yang diusung, sesuai dengan tema konferensi, yaitu menjembatani bangsa-bangsa melalui kerja sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Untuk itu, dirinya mengucapkan terima kasih pada beberapa partner kolaboratif: Don Mariano Marcos Memorial State University (Filipina), Nakhon Ratchasima Rajabhat University (Thailand), Dili Institute of Technology (Timor Leste), The School Education Department of Balochistan (Pakistan), Universitas Riau Kepulauan (Indonesia), and Universitas Musamus (Indonesia).
‘This collaboration itself is a living example of what our theme calls for nations bridging together in the pursuit of knowledge,” ungkap Sapto Budoyo.
Lebih lanjut Sapto berharap, melalui kegiatan ini, diharapkan berbagai isu strategis dapat dieksplorasi. Baik itu isu pembelajaran dan pemerolehan bahasa, kurikulum dan asesmen, pelestarian warisan budaya melalui teknologi digital, meningkatnya peran kecerdasan artifisial dalam pendidikan bahasa, hingga upaya menghadirkan pembelajaran bahasa yang berkualitas bagi masyarakat di wilayah pedesaan maupun daerah yang masih terbatas akses pendidikannya.
“These are not merely academic topics. They are the real challenges and opportunities facing educators and learners in every corner of our globalized world,” tandas Sapto.
Kepada seluruh pemakalah dan peserta internasional, lanjut Sapto Budoyo, dirinya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas PGRI Semarang sebagai tuan rumah. Kepada seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan Universitas PGRI Semarang, kami juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras dalam mempersiapkan terselenggaranya kegiatan ini.

Dekan FPBS, Siti Musarokah, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan ucapan terima kasih pada seluruh peserta konferensi dari berbagai negara yang telah bergabung dalam kegiatan ini. Sebagai dekan, dirinya sangat beruntung telah berkesempatan menyaksikan secara langsung dedikasi para dosen, peneliti, dan mahasiswa kami dalam memajukan studi bahasa, sastra, dan seni, bukan hanya sebagai disiplin ilmu akademis, tetapi sebagai instrumen untuk menumbuhkan pemahaman lintas budaya.
“The Educalingua Conference has, since its first edition, served as a platform through which this vision is realized, bringing together scholars whose work, though 00 in different national and cultural contexts, converges on a shared conviction: that education in language and the arts holds the power to shape more open, more connected, and more empathetic societies,” ungkap Siti Musarokah.
Siti Musarokah menambahkan, beberapa pembicara inti yang dihadirkan dalam konferensi ini antara lain Prof Dr Wiyaka MPd (Indonesia), Wazir Ali Jamali MA MEd MPhil (Pakistan), Asst Prof Lawarn Sirisrimangkorn MA PhD (Thailand), Prof Dannilyn U Macato (Filipina), Dr Dewi Yana MPd (Indonesia), dan Marcos Taec Abi LEd MA (Timur Leste). (za)




