
SEMARANG, derapguru.com -– Kejuaraan Tonnis Muhdi Cup 2026 diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan atlet tonis provinsi Jawa Tengah. Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi salah satu upaya agar olahraga asli Semarang ini juga dapat lebih dekat dan dikenali masyarakat luas.
Harapan tersebut disampaikan Anggota Komite III DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, saat membuka “Kejuaraan Tonnis Muhdi Cup 2026” yang digelar di GOR UPGRIS Kampus Gajah Semarang, Sabtu-Minggu, 17-18 Oktober 2025.

“Kami berharap olahraga ini dapat terus berkembang karena permainannya yang relatif sederhana serta dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Peralatan dan lapangan yang fleksibel juga menjadi keunggulan olahraga tersebut,” ungkap Muhdi.
Muhdi sangat mengapresiasi olahraga yang diciptakan oleh tim dosen Unnes Drs Tri Nurharsono MPd bersama Sri Haryono. Dari sisi permainan, secara sederhana, olahraga Tonnis ini merupakan olahraga gabungan antara tenis lapangan dan bulutangkis.

“Lapangannya dapat dimodifikasi dari lapangan tenis, bulu tangkis, maupun lapangan lain yang memungkinkan untuk digunakan. Fleksibilitas tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut bermain.
Ketua Panitia, Tulus Widodo SH, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi wadah kompetisi, silaturahmi, dan pembinaan atlet dari berbagai daerah. Ia menyebut peserta berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang telah memiliki organisasi Pertonsi.

Kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi hasil pembinaan atlet di daerah masing-masing sekaligus menjaring pemain potensial. Atlet yang menunjukkan kemampuan terbaik diharapkan dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional pada 2027 yang direncanakan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah.
Rektor UPGRIS, Dr H Sapto Budoyo menyampaikan rasa terhormat dan rasa bangga atas dipilihnya GOR UPGRIS Kampus Gajah menjadi lokasi pelaksanaan. Dengan demikian UPGRIS juga memiliki kontribusi yang nyata terhadap pelaksanaan kejuaraan dan pembinaan atlet Tonnis ini.

“Saya berharap dosen PJKR UPGRIS dapat turut melakukan penelitian mengenai Tonnis. Dengan demikian, pengembangan olahraga ini tidak hanya berlangsung melalui pertandingan dan pembinaan atlet, tetapi juga didukung kajian ilmiah untuk yang mendorong inovasi dan penyempurnaan standar permainan,’ tanda Sapto.
Ketua Umum Kormi Jawa Tengah, Dr Edi Purwanto MPd, mengatakan masukan mengenai standarisasi Tonnis menjadi catatan penting bagi organisasinya bersama induk organisasi olahraga (Inorga). Pengembangan Tonnis perlu ditopang aspek keilmuan dan sains agar memiliki standar yang jelas.
“Dengan demikian, Tonnis tidak hanya menjadi permainan untuk mengisi waktu luang, tetapi juga berkembang sebagai cabang olahraga kompetitif dengan aturan baku. Ia menilai dukungan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat perkembangan olahraga masyarakat,” ungkapnya.
Edi menyebut Kormi Jawa Tengah saat ini memiliki 73 inorga yang membutuhkan perhatian serta dukungan dari berbagai kalangan untuk mengembangkan kegiatan olahraga masyarakat. (za)




