
Banjarnegara, derapguru.com-Jumat 25 September 2026 pagi, suara palu tukang yang tengah membangun ruang kelas program Revitalisasi Sekolah sudah bertalu-talu. Namun suara berisik itu seolah tak mengganggu aktivitas kelas di sebelahnya. Sejak bel masuk berbunyi, mereka sudah khusyuk berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berinfaq. Selanjutnya, mereka membaca Quran surat al Kahfi dilanjutkan dengan wali kelas yang melakukan praktik membaca nyaring atau read aloud kisah Ashabul Kahfi. Sejam berikutnya, murid-murid sudah asyik membaca buku bacaan masing-masing yang dibawa dari rumah. Murid yang tak membawa buku bacaan, terpaksa harus meminjam buku di Perpustakaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program literasi sekolah bertajuk Jumat Senyap. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan, namun kegiatan membaca dilakukan murid setiap hari. Buku yang dibaca adalah buku fiksi.
Kepala Perpustakaan Ngudi Ngelmu SMAN 1 Sigaluh Andrian Yunianto mengungkapkan program ini telah berlangsung selama dua semester di sekolahnya.
“Untuk program literasi, kita punya program rutin Jumat Senyap ini. Selain itu juga ada program penulisan buku Satu Kelas Satu Buku, dimana sudah ada 25 buku yang kita terbitkan semester lalu. Untuk penerbitan buku sendiri kita memakai program Dompet Literasi, gotong royong iuran siswa untuk membiayai penerbitannya,” jelas Andrian.
Dalam kegiatan Jumat Senyap, tambah Andrian, siswa diminta untuk tahan membaca lebih dari satu jam.
“Gawai para siswa dikumpulkan sehingga tidak ada yang bermain gawai. Kita ingin mereka terbiasa kembali membaca buku fisik. Genre fiksi, terutama sastra yang kita wajibkan dibaca agar anak memiliki perbendaharaan kata yang luas dan juga agar jiwa mereka lebih terasah dengan kisah-kisah sastra,” tambah Andrian.
Salah satu siswa Aryo Adam Syahputra mengaku kegiatan ini memaksanya untuk membaca buku.
“Biasanya ya jarang baca. Tapi tadi alhamdulillah bisa sejam lebih baca. Karena juga kita harus menulis rangkuman bacaan kita di buku jurnal literasi. Setelah ini tentu saja saya harus membaca setiap hari karena nanti akan dievaluasi oleh wali kelas secara rutin,” ujar Aryo. (Heni P)




