
SEMARANG, derapguru.com — Kemampuan seseorang dalam ber-story telling sangat mempengaruhi bagaimana sebuah pesan atau informasi tersampaikan. Hal ini dikarenakan perilaku manusia sangat ditentukan oleh perkara emosi dan spontanitas.
Hal tersebut disampaikan Kreator Konten, Ferry Irwandi, dalam “Seminar dan Interactive Talk Show Bersama Ferry Irwandi” yang digelar di Seminar Hall 7fl Menara Pusat UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Rabu 15 Juli 2026.
“Apa yang saya sampaikan tadi itu story telling. Menceritakan apa yang dilakukan, sedang apa sekarang, bagaimana keadaan sekarang, kenapa ini harus dilakukan, semua itu story telling. Dan (perlu diketahui) human behavior itu ditentukan, mostly, dari emosi dan spontanitas,” ungkap Ferry Irwandi.

Maka dari itu, urai Ferry Irwandi, kemampuan seseorang dalam ber-story telling akan sangat mempengaruhi bagaimana sebuah informasi itu ditangkap orang lain. Kemampuan inilah yang harus dimiliki seseorang bila dirinya ingin menjadi seorang kreator konten yang hebat.
“(Ada sebuah pernyataan) Kemiskinan di Indonesia meningkat sampai 10 persen. (Lalu) Saya sampaikan kemiskinan Indonesia meningkat 10 persen. Apa yang muncul dalam pikiran teman-teman? Ya, itu hanya Informasi biasa. Beda cerita bila disampaikan dengan dikemas dengan cerita, dengan story telling,” ungkap Fery Irwandi.

Untuk lebih jauh menjelaskan tentang pentingnya story telling, Ferry Irwandi juga menyampaikan bagaimana cara dia membangun opini dan mengajak rakyat Indonesia untuk membantu wilayah Aceh. Dia menceritakan bahwa kondisi Aceh pascabencana sampai saat ini belum membaik. Banyak rumah warga yang hancur. Jembatan putus. Tapi yang dibangun pertama kali adalah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Ini enggak apa-apa kalau saya ngomong begini?” katanya sambil mencari kesan di wajah para audiens, “kalau ada BIN (Badan Intelejen Negara, red) tolong keluar dulu ya. Nah, ini juga termasuk story telling.”

Ferry Irwandi menandaskan, meski tidak semua informasi harus disampaikan dalam bentuk story telling. Tapi story telling banyak berpengaruh pada bagaimana sebuah informasi menjadi lebih mudah untuk diterima oleh orang lain.
Berdampak dan Bermakna
Sementara itu, Rektor UPGRIS, Dr H Sapto Budoyo SH MH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-45 UPGRIS. Dilibatkannya anak-anak sekolah, para guru, dan masyarakat umum merupakan bagian dari upaya kampus ini lebih memberikan makna bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Setiap gerakan–termasuk kegiatan dies natalis ini–kami upayakan agar UPGRIS bisa memberikan dampak dan makna bagi masyarakat. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih pada seluruh panitia yang telah merancang acara ini dengan hebat dan sepenuh hati,” ungkapnya. (za)




