Home > D’PGRI > Dr Muhdi: Saya Ingat Energi PGRI Purworejo

Dr Muhdi: Saya Ingat Energi PGRI Purworejo

Agenda: Konkerkab PGRI Purworejo
Reporter: Tim Redaksi

PURWOREJO, derapguru.com — Kekuatan PGRI Purworejo yang begitu dahsyat masih kuat terukir dalam ingatan Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi SH MHum. Saat itu, Dr Muhdi menyaksikan bagaimana gerakan PGRI Purworejo mampu memicu pergolakan nasional dan memicu perubahan nasib para guru di seluruh Indonesia.
“Dari sini, dari Purworejo ini, perubahan nasib para guru terjadi,” tutur Dr Muhdi dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI Purworejo di Gedung PGRI Purworejo, Selasa 4 Juli 2023.
Saat itu, lanjut Dr Muhdi, lebih dari 200 guru menangis karena tiba-tiba dipensiun dalam usia 56 tahun. Suasana begitu menyedihkan, karena tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba-tiba menerima kabar pensiun yang tidak lazim terjadi.
“Para guru bertangis-tangisan. Sampai-sampai saya juga melihat Pak Ketua meneteskan air mata,” tutur Dr Muhdi yang saat itu masih muda dan duduk pada jajaran bagian hukum PGRI Jawa Tengah.
Lebih lanjut Dr Muhdi menceritakan, pada saat itu dirinya menyadari posisi para guru memang lemah. Sebab dalam undang-undang yang berlaku saat itu, masa pensiun PNS memang pada usia 56 tahun dan untuk guru dapat diperpanjang sampai dengan 60 tahun.
“Rupanya Pak Bupati memilih opsi mempensiunkan guru. Tapi yang aneh, guru agama di bawah kementerian pendidikan pensiun pada usia 56 tahun, tapi guru agama di bawah kementerian agama pensiun pada usia 60 tahun. Perbedaan kebijakan ini yang menjadi modal bagi PGRI untuk melakukan perlawanan,” urai Dr Muhdi.
Isu dari Purworejo, lanjut Dr Muhdi, kemudian ditarik menjadi isu nasional. Meskipun Bupati Purworejo sah secara hukum untuk mempensiun guru dalam usia 58 tahun, tapi dari seluruh Indonesia, hanya Kabupaten Purworejo-lah yang melakukan ini.
“Maka, berangkat dari gejolak di Purworejo-lah, akhirnya pemerintah mengeluarkan undang-undang usia pensiun guru sampai dengan usia 60 tahun. Energi dari Purworejo-lah yang mengubah nasib para guru Indonesia,” tutur Dr Muhdi. (za)

You may also like
DEDE YUSUF
Komisi X Dukung KPK Berantas Gratifikasi PPDB
“Kangsadewa Adu Jago” Mewarnai Gelar Karya P5 SMK PGRI 01 Semarang
Bagas – Tasyfa, Mahasiswa Baru Yang Sabet Gelar Pupika UPGRIS 2024
Pendanaan Non-UKT Akan Jadi Indikator Kinerja PTNBH

Leave a Reply