
BALI, derapguru.com — Semangat kolaborasi komunitas internasional yang tergabung dalam Konsorsium Sustainable International Community Service untuk memberi kebermanfaatan bagi masyarakat mulai terwujud. Salah satunya adalah menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan di Pulau Dewata.
Poin penting tersebut tercetus dalam pertemuan rutin Konsorsium Sustainable International Community Service yang digelar di Ballroom Sheraton Bali Kuta Resort Bali, baru-baru ini.
Ketua I Konsorsium, Prof Muhammad Rizan, yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Jakarta, dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan global melalui program pengabdian masyarakat yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga kolaboratif lintas negara.
“Kerja sama internasional menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi dan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” urai Prof Rizan.
Konsorsium Sustainable International Community Service merupakan ajang yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara untuk membangun sinergi dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang berdampak secara global.
Sementara itu Ketua II Konsorsium yang juga Dekan FEB Universitas PGRI Semarang, Dr Heri Prabowo MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina, Prancis, dan United Kingdom.
“Kehadiran peserta internasional menunjukkan besarnya komitmen perguruan tinggi dalam membangun kemitraan global untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs),” ungkap Heri Prabowo.
Heri Prabowo menambahkan, selain menjadi forum diskusi akademik, konsorsium ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman, praktik terbaik (best practices), serta pengembangan model pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai negara.
Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina, Prancis, dan United Kingdom. Kehadiran peserta internasional menunjukkan besarnya komitmen perguruan tinggi dalam membangun kemitraan global untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (za)
(za)



